Korsel Denda Google dan Apple Rp866 Miliar soal Pembayaran Aplikasi
Korea Selatan menjatuhkan denda gabungan Rp866 miliar kepada Google dan Apple karena membatasi pilihan pembayaran bagi pengembang aplikasi.
Foto ilustrasi musim hujan. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memperbarui peta rawan bencana hidrometeorologi jelang musim hujan 2025. Sejumlah wilayah mengalami perubahan status kerawanan, termasuk Imogiri yang kini ditetapkan masuk zona rawan banjir.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad saat dihubungi di Jogja, mengatakan pembaruan peta risiko dilakukan berdasarkan kejadian bencana pada 2024.
"Kalau dalam peta sebelumnya, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul tidak termasuk rawan banjir. Namun, setelah kejadian 2024, tentu saja tahun 2025 ini masuk peta rawan banjir," ujar dia, Rabu (10/9/2025).
Menurut dia, perubahan juga terjadi di wilayah rawan longsor di Sleman. Jika sebelumnya hanya dipetakan di kawasan utara, kini daerah Kecamatan Prambanan dan Kalasan juga masuk kategori rawan setelah mengalami longsor pada 2024. "Hal itu juga terkait dengan risiko bencana longsor di lokasi-lokasi tersebut," kata Noviar.
Ia menambahkan, untuk wilayah Kota Jogja relatif tetap, dengan potensi risiko hanya berupa banjir kiriman dari utara saat hujan lebat. Luapan Kali Code, Kali Gajah Wong, dan sungai-sungai lain yang melewati kota masih menjadi perhatian utama.
Selain pemetaan, lanjut Noviar, BPBD DIY juga menyiagakan forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di tingkat kelurahan agar cepat merespons jika terjadi keadaan darurat.
BACA JUGA: KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
Menurut dia, laporan warga ihwal kejadian bencana dapat disampaikan melalui aplikasi Pamor dan ditindaklanjuti oleh relawan maupun forum PRB terdekat.
"Mereka akan langsung memantau, dan apabila ada kejadian, segera dilakukan penanganan," ujar Noviar.
Noviar menyebut ancaman utama saat musim hujan adalah bencana longsor, banjir, serta cuaca ekstrem.
Banjir, kata dia, bahkan bisa muncul di luar peta rawan apabila ada penyumbatan aliran sungai akibat perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
"Kalau cuaca ekstrem itu terkait angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan merusak perumahan maupun fasilitas umum seperti tiang listrik, telepon, dan jaringan Internet," katanya.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan laut, curah hujan pada periode September-November 2025 diprakirakan berada pada kategori Atas Normal (AN) atau lebih tinggi dari rata-rata tahunan.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas menyebutkan musim hujan akan masuk secara bertahap mulai September, dengan puncak intensitas pada Oktober-November 2025.
"Curah hujan diprakirakan terus meningkat pada Oktober hingga November, dengan potensi hujan tinggi hingga lebih dari 500 mm di beberapa wilayah. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan genangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korea Selatan menjatuhkan denda gabungan Rp866 miliar kepada Google dan Apple karena membatasi pilihan pembayaran bagi pengembang aplikasi.
Astra Motor Yogyakarta membagikan lima tips aman berkendara sepeda motor saat hujan, mulai dari memeriksa kendaraan hingga menjaga jarak dan menghindari manuver
Meta menguji Threads Friends yang memungkinkan pengguna membagikan postingan kepada maksimal 50 teman. Fitur ini masih terbatas di tiga negara.
Dukcapil Gunungkidul menyiapkan layanan jemput bola perekaman KTP-el pada akhir pekan untuk mengejar target nasional dan menjangkau 2.964 penduduk yang belum me
Survei Wellcome Global Monitor 2026 menempatkan Spanyol sebagai negara paling percaya sains. Indonesia berada di peringkat ke-89 dari 140 negara.
KLH menggandeng Muhammadiyah memperkuat gerakan tobat ekologis, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan perilaku hingga pemulihan ekosistem.