Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih. - Foto dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul memastikan seluruh desa sudah memiliki koperasi desa merah putih (KDMP) sebagai wadah penguatan ekonomi lokal. Namun, keberadaan kelembagaan ini masih menghadapi tantangan terutama di sisi permodalan dan minat keanggotaan.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Guppianto Susilo menyampaikan, saat ini koperasi desa sudah berdiri dan beroperasi di 75 desa. “Kelembagaan dan unit usaha semuanya sudah buka dan berjalan. Kendalanya memang ada, baik dari sisi keanggotaan maupun permodalan. Karena itu kami sudah keluarkan surat edaran agar ASN dan elemen masyarakat lainnya ikut menjadi anggota koperasi desa supaya ke depan lebih maksimal,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Di lapangan, sejumlah lurah mengakui operasional koperasi desa belum optimal salah satunya Lurah Seloharjo, Marhadi Badrun yang menilai persoalan terbesar ada pada modal. “Kalau bicara kendala permodalan, ujung-ujungnya desa yang akan berat menanggung. Jangan sampai dana desa justru habis untuk menutup modal koperasi. Apalagi pengurusnya masih orang-orang biasa, bukan yang benar-benar profesional. Kalau dipaksakan semua warga ikut, saya yakin tidak akan berjalan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Bupati Bantul Wajibkan ASN Jadi Anggota Kopdes Merah Putih
Badrun menambahkan, meski kelembagaan koperasi sudah terbentuk lengkap hingga kantor tersedia, pengurus belum berani menjalankan usaha karena keterbatasan modal dan risiko kredit. “Rencananya memang mau usaha simpan pinjam dan rental, tapi modal masih jadi masalah. Kalau sampai macet, bisa-bisa lurah yang dimintai tanggung jawab,” katanya.
Sementara Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat menyebut, dari enam sampai tujuh unit usaha yang direncanakan, baru tiga yang bisa beroperasi penuh. “Yang sudah jalan itu unit pupuk, gas, dan simpan pinjam. Sedangkan untuk klinik dan apotek masih terkendala SDM dan perizinan. Modal awalnya Rp380 juta, tapi untuk pengembangan usaha kesehatan memang perlu proses panjang,” jelasnya.
Meski demikian, Nur optimistis pihaknya bahkan tengah menjadwalkan grand opening KDMP pada 5 Oktober mendatang, sekaligus menggelar sejumlah kegiatan. “Keberadaan koperasi ini sangat dinanti warga. Harapannya bisa jadi penggerak ekonomi desa,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah armada SAR.