Usai Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Siswa SDN Kowang Pulih
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Aksi pencabulan terjadi di wilayah Sewon, Bantul, pada Senin (22/9/2025) dini hari. Korban adalah seorang perempuan berinisial ADP (19), warga Sewon. Pelaku yang diketahui berinisial A (21), warga Magelang, berhasil diringkus aparat kepolisian tak lama setelah laporan masuk.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menuturkan kejadian bermula pada Minggu (21/9/2025) malam. Seusai makan malam sekitar pukul 21.00 WIB, korban masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Namun sekitar pukul 01.10 WIB dini hari, korban terbangun karena ingin membetulkan selimut.
“Saat sedang membetulkan selimut, korban tiba-tiba mendapati ada seorang laki-laki yang meraba pahanya. Korban kaget dan langsung berteriak keras. Pelaku kemudian kabur melalui jendela kamar,” kata Rita pada Selasa (23/9).
BACA JUGA: Pemerintah Tarik Utang Rp463,7 Triliun
Menurutnya, korban yang panik kemudian lari menuju kamar ibunya yang sekaligus menjadi saksi dalam peristiwa itu.
“Korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang ibu. Karena merasa menjadi korban pelecehan seksual, keluarga memutuskan untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sewon pada pagi harinya sekitar pukul 11.25 WIB,” kata Rita.
Laporan itu segera ditindaklanjuti aparat. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku A. Tersangka adalah seorang karyawan swasta asal Magelang. Saat melakukan penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kaos abu-abu, selimut biru bergambar kartun, daster biru langit bercorak putih, serta celana pendek bermotif bunga mawar..
Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap kasus-kasus kejahatan asusila. “Tindakan seperti ini sangat meresahkan masyarakat. Kami bertindak tegas agar pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” kata Rita.
BACA JUGA: Kota di Jepang Batasi Penggunaan Ponsel, Maksimal 2 Jam per Hari
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika mengalami atau mengetahui peristiwa serupa. “Peran aktif masyarakat dengan melapor sangat membantu aparat dalam bergerak cepat. Seperti kasus ini, laporan yang segera masuk membuat pelaku cepat diamankan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.