Kebakaran KMP Putri Yasmin, 172 Orang Selamat, 1 Meninggal
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama Direktur Pemasaran Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti meresmikan The Gade Preneur Space Lempuyangan untuk mendukung komunitas dan UMKM lokal agar dapat berkembang, Kamis (25/9/2025). Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meresmikan The Gade Preneur Space Lempuyangan untuk mendukung komunitas dan UMKM lokal agar dapat berkembang, Kamis (25/9/2025). Peresmian dilakukan Wali Kota dengan pengguntingan pita bersama Direktur Pemasaran Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti.
Hasto berharap keberadaan The Gade Preneur Space tersebut dapat mendukung pengembangan UMKM yang juga dicanangkan oleh Pemkot Yogyakarta. "Melalui The Gade Preneur Space Pegadaian ini kami berharap pelaku UMKM bisa menguasai konsumsi lokal sendiri," katanya usai peremian.
BACA JUGA: Gadai Barang di Pegadaian Jateng-DIY Meningkat Jelang Tahun Ajaran Baru dan Musim Taman
Menurut Hasto, terdapat beragam pelaku UMKM di Jogja mulai dari produk kuliner hingga produksi batik. Keberadaan UMKM ini, lanjutnya, perlu terus didorong untuk berkembang. Pemkot, lanjutnya, berkeinginan untuk memproduksi batik Segoro Amarto dengan melibatkan pelaku UMKM.
"Hal ini tentu membutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk Pegadaian. Pelaku UMKM ini membutuhkan modal dan peningkatan kapasitas. Kalau ini dilakukan maka saya yakin UMKM di Jogja akan terus berkembang," katanya.
Direktur Pemasaran Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti menjelaskan keberadaan The Gade Preneur Space di Lempuyangan Jogja merupakan yang kelima diresmikan setelah The Gade Preneur Space di Ciamis, Jawa Barat.
"The Gade Preneur Space di Jogja ini yang pertama terintegrasi dengan Kantor Pegadaian. Ini memudahkan bagi masyarakat untuk bisa masuk langsung ke The Gade Preneur Space, ada kafe Gade dan semacamnya," papar Selfie.
Dia menjelaskan, The Gade Preneur Space tersebut dilengkapi dengan fasilitas untuk seminar, workshop, pameran, dan acara komunitas UMKM. The Gade Preneur Space berperan sebagai platform distribusi produk-produk UMKM yang terkurasi dan mendukung pertumbuhan mereka.
"Di The Gade Preneur Space kami akan memberikan mentor pelatihan bagi UMKM, mulai dari memproduksi produk hingga pemasarannya. Di sini juga diberi ruang untuk pelatihan literasi dan sebagainya," ujar Selfie.
Secara nasional, lanjut dia, Pegadaian melakukan pembinaan bagi 11 ribu pelaku UMKM di mana 10 persen dari pelaku usaha tersebut berasal dari Jogja. "Di Jogja banyak sekali potensinya mulai dari fasyen, snacking, dan sebagainya. Jadi UMKM ini sangat penting untuk mendorong perekonomian Indonesia," katanya.
Ke depan, lanjut Selfie, pihaknya akan terus menggelar program ESG (Environmental, Social, Governance) sosial berkelanjutan untuk menguatkan pelaku UMKM.
Pemimpin wilayah Kanwil XI Semarang Edy Purwanto menambahkan The Gade Preneur Space menjadi rumah kolaborasi bagi pelaku UMKM. Mulai dari pelatihan, ruang usaha, hingga digitalisasi pasar. "Semuanya dilakukan untuk satu tujuan UMKM bisa naik kelas," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur