PSEL Jogja Masuk Tahap Baru, Pematangan Lahan Dimulai Agustus
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Ketua KWT Lorong Sayur Gembira, Ely Puspitasari berfoto di lahan tani kelompoknya di Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja, pada Jumat (26/9/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Kelompok Wanita Tani (KWT) Lorong Sayur Gembira di Gang Melati, RW 06, Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja, menjadi salah satu contoh kreativitas warga perkotaan dalam mengatasi keterbatasan lahan pertanian.
Sejak 2019, kelompok ini konsisten mengembangkan metode bercocok tanam di lahan sempit dengan memanfaatkan tembok sebagai media tanam.
BACA JUGA: Muhaimin Soroti Anak Muda Tak Mau Jadi Petani
Ketua KWT Lorong Sayur Gembira, Ely Puspitasari, menuturkan ide awal muncul setelah adanya pelatihan urban farming. Dari sana, para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok berinisiatif mengembangkan tanaman sayur dengan wall planter.
“Kita memanfaatkan lahan sempit di perkotaan, disarankan untuk bisa tanam di tembok. Dari situ kemudian terbentuk KWT dengan sekitar 20 orang anggota di dua titik,” ujar Ely, Jumat (26/9/2025).
Jenis tanaman yang dibudidayakan pun beragam, mulai dari kangkung, labu siam, hingga sawi. Seiring berjalannya waktu, kelompok ini juga menanam tanaman obat keluarga (toga). Tidak hanya dikonsumsi untuk kebutuhan sendiri, toga yang dihasilkan juga dijual untuk menambah penghasilan para anggota.
Dalam aktivitas sehari-hari, KWT menerapkan sistem kerja bergilir untuk perawatan tanaman. Ely menjelaskan, setiap anggota memiliki jadwal piket mingguan untuk menyiram, merawat, hingga membersihkan lorong sayur.
“Kalau masa tanam kita bersama-sama. Tapi kalau rutinitas keseharian seperti perawatan menanam, mencabut rumput itu kita bergilir seminggu sekali,” jelasnya.
Hasil panen yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan konsumsi anggota, tetapi sebagian juga dijual agar kelompok tetap berdaya secara ekonomi. Dukungan lahan dari yayasan di sekitar kampung semakin memacu semangat KWT Lorong Sayur Gembira untuk memperluas areal tanam.
Kreativitas kelompok ini tidak berhenti pada pemanfaatan tembok sebagai media tanam. Mereka juga mandiri dalam membuat pupuk organik. Sampah rumah tangga berupa sisa sayur dan buah diolah menjadi kompos dan pupuk cair yang digunakan untuk menyuburkan tanaman.
Dengan cara tersebut, KWT Lorong Sayur Gembira disebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan sampah organik di lingkungan sekitar.
Ely berharap semangat bercocok tanam di lahan terbatas ini dapat menginspirasi warga lain di Jogja agar lebih peduli terhadap pemanfaatan ruang sempit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia