Embarkasi Haji Kulonprogo Belum Dongkrak Ekonomi UMKM
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO - Sejumlah pengerjaan infrastruktur untuk 2026 mulai direncanakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kulonprogo. Sementara ini sudah ada 12 perencanaan infrastruktur yang dicanangkan untuk 2026 nanti. Jumlah tersebut meliputi berbagai bidang mulai dari jalan, irigasi, drainase, talud dan lainnya.
BACA JUGA: BMKG Wanti-Wanti Perubahan Cuaca
Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bapperida Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti membeberkan, 12 perencanaan infrastruktur terdiri di beberapa titik. Seperti misalnya untuk perencanaan rekonstruksi jalan di 2026 sebanyak 28 ruas. Sedangkan pemeliharaan jalan berkala sebanyak delapan ruas ditambah satu ruas bersumber dana keistimewaan DIY.
"Prasarana dan sarana utilitas di 68 lokasi, rehabilitasi jaringan irigasi permukaan tujuh paket, pembangunan jaringan irigasi permukaan dua paket ada juga lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak 202 unit," katanya saat dihubungi, Senin (29/9/2025).
Silvi menuturkan, untuk 202 unit LPJU itu terdiri dari 177 unit anggaran APBD dan 25 unit dari Danais DIY. Selain itu untuk 2026 ada juga perencanaan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 192 unit dan padat karya di 59 titik lokasi.
Untuk perencanaan drainase di sekitar Alun-alun dan ducting dari Danais dan talud di Makam Girigondo. "SPAL 119 sambungan rumah (SR) dan sambungan air minum di 80 SR dari APBD dan 510 SR dari Danais," tuturnya.
Sedangkan di tahun 2025 ini pun perencanaan infrastruktur di Bapperida Kulonprogo tidak jauh berbeda dengan yang dicanangkan untuk 2026. Perbedaannya hanya satu di 2025 ini ada lanjutan pembangunan jembatan penyebrangan orang (JPO) perwakilan. Selain itu perbedaan lainnya berkaitan dengan jumlah alokasi dari tiap pembangunan atau perbaikan infrastruktur.
"Realisasi perencanaan di 2025 ini sudah dimulai ada yang sudah selesai dan ada juga yang masih dalam proses," ujar Silvi. Menurutnya, instansinya tidak melakukan pekerjaan fisik hanya sebatas mengkoordinir rencana pembangunannya saja. Pelaksanaan pekerjaannya ada di organisasi perangkat daerah (OPD) teknis seperti misalnya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Septi Adi menegaskan sejumlah perencanaan infrastruktur di bidangnya sudah semuanya berjalan. Target rampungnya pun berbeda-beda. "Paling lama JPO awal Desember target rampungnya. Sisanya ada yang akhir September, Oktober dan November," ungkapnya.
Di bidangnya meliputi rekonstruksi, pemeliharaan dan pembangunan jalan serta jembatan. Untuk itu semua total anggarannya mencapai sekitar Rp23 miliar yang bersumber dari APBD dan Danais DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.