130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Creative Weeks - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman segera menggelar Sleman Creative Week (SCW) pada Oktober 2025. SCW menjadi upaya Sleman untuk mengenalkan budaya lokal Bumi Sembada. Tema SCW 2025 adalah Living Vibrant Culture. Adapun SCW terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan dengan tanggal yang berbeda-beda.
BACA JUGA: Kolesterol Tinggi Ancam Usia Produktif
Living Vibrant Culture berarti Sleman bukan sekadar bentang geografis, melainkan ruang hidup kultur yang terus tumbuh.
Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, mengatakan sasaran utama SCW adalah wisatawan asing. Selain memperkenalkan budaya lokal Sleman, SCW juga meningkatkan inovasi bagi pelaku ekonomi kreatif di berbagai subsektor.
Selain itu, SCW jadi ruang untuk meningkatkan perekonomian bagi pelaku pariwisata di lokasi penyelenggaraan kegiatan ini. Pelaku ekonomi kreatif bisa memperkenalkan produknya.
“Sleman Creative Week juga bisa meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kabupaten Sleman,” kata Edy dihubungi, Senin (29/9/2025).
Rangkaian dari kegiatan ini yang pertama adalah Sleman Kite pada 4 – 5 Oktober 2025 di Lapangan Tiban, Sendangmulyo, Minggir; lalu Bedok Art Festival pada 17 – 19 Oktober 2025 di Studio Sanggar Banjarmili, Banyuraden, Gamping; kemudian Gulali Festival 24 – 26 Oktober 2025 di Desa Wisata Garongan, Wonokerto, Turi; dan Sinema Keliling pada 4, 10, 19, dan 24 Oktober 2025.
Pembukaannya dilakukan pada Minggu (5/9/2025) pukul 13.00 WIB – 14.30 WIB di Lapangan Tiban, Sendangmulyo, Minggir.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Sleman, Kus Endarto, mengaku SCW tidak akan signifikan mendongkrak kunjungan pariwisata di Bumi Sembada. Hal ini disebabkan skala pertunjukannya masih skala lokal. “Itu kalau melihat data penyelenggaraan SCW 2024,” kata Kus.
Kus menyampaikan rata-rata lama tinggal (length of stay) per kunjungan wisatawan nusantara di Kabupaten Sleman sepanjang 2024 1,82 hari. Lama tinggal inilah yang dimaksud Edy akan ditingkatkan. Adapun wisatawan mancanegara 2,00 hari. Angka ini merupakan angka akhir setelah mengalami penurunan 0,1 hari.
Apabila mempertimbangkan penyelenggaraan SCW 2024, lama tinggal diperkirakan tidak akan meningkat. Pasalnya, data Dispar Sleman menyatakan lama tinggal tertinggi wisatawan nusantara terjadi pada November dengan 2,11 hari dan wisatawan mancanegara pada Januari dengan 2,26 hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Liverpool resmi mengamankan wonderkid Kolombia Samuel Martinez yang dijuluki The Next Kaka setelah mengalahkan Madrid dan Chelsea.
House tour rumah mewah Tasya Farasya viral di media sosial. Warganet terbelah antara kagum dan menilai konten itu sebagai flexing.
KPK memeriksa Kadinkes Ponorogo dan sejumlah saksi terkait pengembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Sugiri Sancoko.
Jangan asal tambah air radiator motor. Ketahui jadwal ideal ganti coolant agar mesin tidak overheat dan radiator tetap awet.
Lionel Messi cedera paha saat Inter Miami vs Philadelphia Union. Pelatih sebut kelelahan, bukan ambil risiko jelang Piala Dunia 2026. Simak fakta lengkapnya.