1.250 Pendaftar, 500 Mahasiswa Lolos Beasiswa Sleman Pintar, Ini Pesan Danang
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
Seorang pengendara bermotor sedang melintas depan Pasar Induk Godean, Senin (13/10/2025)../ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menunda rencana pemindahan atau relokasi pedagang pasar ke Pasar Induk Godean yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/9/2025). Penundaan dilakukan karena ditemukan kebocoran pada talang di lantai dua pasar yang diresmikan Presiden Joko Widodo setahun lalu tersebut.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Aris Herbandang, mengatakan secara umum kondisi Pasar Induk Godean sudah siap digunakan. Namun, masih terdapat beberapa titik yang perlu diperbaiki.
“Ada kios yang saat hujan beberapa waktu lalu mengalami kebocoran pada talang. Sebelumnya tidak bocor, tapi belakangan mulai bocor. Jadi kami putuskan untuk menunda dulu pemindahan agar dagangan pedagang tidak basah. Lebih baik diperbaiki dulu agar tidak merugikan pedagang,” ujar Aris saat ditemui di Pasar Induk Godean, Senin (13/10/2025).
Selain masalah kebocoran, terdapat kendala lain berupa perbaikan jalan provinsi dari perempatan Pasar Godean ke arah barat. Kondisi tersebut menghambat mobilitas pedagang dan proses pemindahan barang.
Disperindag Sleman masih akan berkoordinasi dengan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, untuk menentukan jadwal baru perpindahan pedagang sekaligus peresmian operasional pasar.
“Kami akan mencari waktu yang tepat untuk pemindahan. Koordinasi dengan pedagang sudah dilakukan, dan kami akan melaporkan perkembangan ini kepada Bupati terlebih dahulu,” jelas Aris.
Sebelumnya, pada Kamis (28/8/2025), Pemkab Sleman bersama sebelas kelompok komoditas pedagang telah mencapai kesepakatan terkait penataan Pasar Induk Godean. Dalam kesepakatan tersebut, pedagang kuliner belut disepakati bergabung dengan kelompok makanan kering, sedangkan pedagang kelontong akan menempati lantai dua dan tiga pasar.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan pentingnya dukungan pedagang dalam proses penataan pasar, terutama dalam hal pengaturan parkir dan ketertiban.
“Kami berharap Pasar Induk Godean dapat menjadi pasar rakyat percontohan yang transparan, tertib, dan mampu memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, hingga Senin (13/10/2025) sejumlah gledek atau tempat penyimpanan barang pedagang yang terbuat dari jaring logam masih belum sepenuhnya selesai dikerjakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
Nusron Wahid mengaku pengunduran diri dari kepengurusan Golkar sudah dibahas dengan Bahlil sejak tahun lalu.
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Simak lima alat pelacak mobil, mulai dari GPS Kabel Android hingga Super Spring VT-100 M. Ketahui fitur dan kisaran harganya.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.