Kadin DIY Sebut Kekuatan Ekonomi Jogja Bukan Tambang Fisik, tapi Tambang Ide
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Terminal Giwangan, Jogja. Antara/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA—Terminal Giwangan terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan penumpang. Perbaikan atau rehabilitasi tersebut diperkirakan akan rampung akhir tahun 2025.
Kepala Unit Pelaksana Penunjang Teknis (UPT) Terminal Giwangan, Sigit Saryanto menjelaskan rehabilitasi tersebut ditargetkan dapat digunakan menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
“Insyaallah Nataru nanti sudah bisa kita fungsikan. Karena pada momen itu biasanya ada lonjakan penumpang, jadi harus kita antisipasi agar pelayanan tetap nyaman dan aman,” katanya pada Selasa (21/10/2025).
Dia menuturkan selama ini, Terminal Giwangan melayani sekitar 6.000–8.000 orang penumpang per hari. Jumlah tersebut dapat meningkat hingga mencapai 10.000 orang pada akhir pekan.
Dengan adanya rehabilitasi ini, kapasitas ruang tunggu bertambah hingga antara 500 hingga 1.000 penumpang. Rehabilitasi yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya penataan pelayanan, bukan pembangunan baru.
“Untuk rehab itu terus terang saja kami hanya ketempatan. Kegiatan ini sudah dimulai sejak 2024 dan lebih pada penataan pelayanan agar lebih optimal, bukan pembangunan baru,” katanya.
Fokus utama pembenahan terletak pada area kedatangan penumpang di Gedung AB. Area tersebut kini mulai mampu melayani penumpang, baik yang datang maupun yang akan berangkat dengan fasilitas yang lebih representatif.
“Selama ini kita memang belum punya tempat yang layak untuk melayani penumpang, jadi ini langkah perbaikan,” katanya.
Menurutnya, proses pembenahan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran. Selain ruang tunggu umum, Terminal Giwangan juga menyiapkan ruang tunggu eksekutif dan akan menggandeng pihak swasta, khususnya perusahaan otobus (PO) besar, untuk mengelola ruang tunggu eksekutif tersebut melalui sistem kerja sama atau sewa.
“Kerja sama nanti bisa dalam bentuk sewa atau mekanisme lain. Kami ingin agar pelayanan kepada penumpang bisa lebih nyaman dan modern,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.