Konser HUT Bantul Jadi Panggung 14 Musisi Lokal, UMKM Ikut Cuan
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Sungai tercemar. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Hasil pemantauan rutin yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kualitas air sungai masih berada dalam ambang batas aman sesuai standar baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan di beberapa sungai besar seperti Sungai Opak, Sungai Gajahwong, Sungai Oyo, Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Bedog.
Dari hasil uji laboratorium terhadap parameter fisika dan kimia, kondisi air di sungai-sungai tersebut masih memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Dari 19 parameter yang diuji, ada dua parameter yang nilainya melebihi baku mutu, yaitu nitrit dan total fosfat,” ujar Bambang, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, tingginya kadar nitrit di sungai bisa dipicu oleh berbagai hal, antara lain akibat masuknya limbah dari peternakan dan rumah tangga, penggunaan pupuk secara berlebihan di area pertanian, serta proses biologis berupa reduksi nitrat oleh mikroorganisme.
Sementara itu, tingginya kadar total fosfat lebih banyak disebabkan oleh aktivitas manusia. “Terutama dari limbah domestik, limpasan pertanian, limbah industri, serta sistem septik yang rusak atau kelebihan beban,” jelasnya.
Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa secara keseluruhan kualitas air sungai di Bantul masih tergolong aman. Pihaknya tetap melaksanakan pemantauan secara rutin agar setiap indikasi perubahan kualitas bisa segera diketahui dan ditangani.
Menurutnya, menjaga kondisi sungai tetap baik merupakan tanggung jawab bersama, mengingat sungai di Bantul memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat.
“Sungai tidak hanya berfungsi sebagai saluran air hujan, tapi juga menjadi sumber penghidupan warga, baik untuk pertanian, peternakan, maupun kegiatan ekonomi,” katanya.
DLH Bantul berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan kualitas air melalui pengujian berkala dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang limbah langsung ke sungai.
“Upaya menjaga kebersihan dan kualitas air sungai bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tambah Bambang. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan demi menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun