PB XIII Wafat, Keraton Jogja Hentikan Bunyi Gamelan 3 Hari

Jumali
Jumali Minggu, 02 November 2025 18:57 WIB
PB XIII Wafat, Keraton Jogja Hentikan Bunyi Gamelan 3 Hari

Raja Keraton Solo PB XIII menandatangani berkas serah-terima sementara revitalisasi dua alun-alun Keraton Solo di Loji Gandrung, Selasa (24/9 - 2024) malam./ Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Jogja) resmi menghentikan pertunjukan gamelan selama tiga hari berturut-turut.

Langkah ini merupakan bentuk penghormatan dan belasungkawa atas wafatnya Raja Keraton Surakarta, SISKS Pakubuwono XIII (PB XIII) Hangabehi, yang meninggal dunia pada Minggu pagi (2/11/2025).

Informasi mengenai penghentian sementara kegiatan Keraton Jogja ini diumumkan melalui akun media sosial resmi mereka pada Minggu (2/11/2025) sore.

Disebutkan bahwa pertunjukan gamelan serta paket wisata Srimanganti akan "suwuk" (istilah Jawa untuk berhenti atau ditiadakan) sepanjang tanggal 2 hingga 4 November 2025.

"Sebagai bentuk penghormatan, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak membunyikan gamelan selama 3 hari," demikian keterangan yang tertulis pada unggahan instagram @kratonjogja.

Meskipun gamelan ditiadakan, beberapa area wisata Keraton Jogja tetap beroperasi dengan penyesuaian:

Kagungan Dalem Tamansari: Tetap dibuka seperti biasa, mulai pukul 08.30 hingga 14.30 WIB.

Kedhaton dan Wahanarata akan dapat kembali dikunjungi oleh wisatawan mulai hari Selasa, 4 November 2025.

Sebagaimana diketahui, Raja Keraton Surakarta, SISKS Pakubuwono XIII Hangabehi, wafat pada Minggu (2/11/2025) di usia 77 tahun. Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di Masjid Pujasana yang berada di dalam kompleks Keraton Surakarta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online