BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 195.000 Pekerja di Sleman
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Tangkapan layar kecelakaan kereta api di Prambanan Sleman, Selasa (4/11/2025) - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Polsek Prambanan bersama PT KAI masih menyelidiki penyebab kecelakaan KA Bangunkarta yang menabrak tiga kendaraan di pelintasan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, Selasa (4/11/2025).
Peristiwa ini menyebabkan tiga orang tewas. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian dan seorang lainnya di rumah sakit. Enam korban lainnya menjalani perawatan.
Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Setiyarto, mengatakan petugas perlintasan sedang dalam pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Prambanan. Ia belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Kecelakaan itu melibatkan sembilan orang korban dengan tiga kendaraan. Dede menerangkan sekitar pukul 10.00–10.30 WIB, KA Bangunkarta jurusan Jombang–Pasar Senen melaju dari arah timur ke barat.
Dari arah utara ke selatan, sebuah mobil melintas dengan pengendara motor Scoopy berada di belakangnya. Karena jarak yang berdekatan, baik mobil maupun motor tersebut tertemper kereta.
Nahas, ada pemotor Vario berboncengan melaju dari arah selatan ke utara. Pasangan suami istri ini terpental setelah terkena hantaman pentalan mobil. Baik pengendara Scoopy maupun Vario meninggal dunia di tempat.
“Ada dua lagi pejalan kaki yang terkena pentalan kendaraan itu, jadi totalnya ada sembilan korban,” kata Dede saat ditemui di kantornya, Selasa (4/11/2025).
Pengendara mobil diketahui membawa istri dan dua anaknya yang masih balita. Pasangan suami istri tersebut dirawat di RS Bhayangkara, sedangkan pejalan kaki dan kedua anaknya dirawat di Rumah Sakit Islam Yogyakarta Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesia (RSIY PDHI). Adapun korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara.
Empat jam sebelum kecelakaan itu, seorang perempuan juga tertabrak KA Lodaya di Prambanan, Klaten. Menurut Dede, perempuan tersebut mengalami gangguan pendengaran. Potongan tubuhnya terpental hingga Prambanan, Sleman, beberapa meter ke timur dari perlintasan KA Bokoharjo.
Warga sekitar, Wawan, mengaku tidak melihat langsung peristiwa kecelakaan tersebut. Ia datang untuk membantu evakuasi korban dan kendaraan. “Saya ikut mengangkat pengemudi mobil, bapak-bapak. Mobil kemudian kami dorong bersama polisi ke tepi jalan,” kata Wawan.
Sementara warga lainnya, Yesi (26), mengatakan ia melihat palang kereta masih dalam keadaan terbuka ketika kecelakaan terjadi. Sirine palang tak berbunyi dan ia menduga alat tersebut mengalami kerusakan.
“Kalau saya lihat dari arah utara ada mobil merah dan sebuah motor, akhirnya ketabrak. Saya tidak melihat petugas yang mengarahkan, tapi saya lihat petugasnya seperti menggebrak meja. Mungkin bingung (panik),” ujar Yesi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli