Top Ten News Harianjogja.com Edisi Sabtu 25 Juli 2026
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (25/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Jembatan Kabanaran berlokasi di perbatasan Bantul dan Kulonprogo saat diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Rabu (19/11/2025). /Instagram-Setkab.
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X memilih langsung nama Jembatan Kabanaran sebagai pengganti dari perubahan nama yang sebelumnya jembatan Pandansimo.
Pemilihan nama Jembatan Kabanaran ternyata memiliki nilai historis yang kental berkaitan dengan perjuangan Pangeran Mangkubumi dalam melawan penjajah Belanda.
Secara historis jembatan Kabanaran ini dahulu merupakan pusat markas dari perjuang Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I) melawan Belanda yaitu Desa Kabanaran. Adapun jembatan ini telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (19/11/2025).
Pranata Humas Ahli Madya Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji menyatakan nama Jembatan Kabanaran dipilih oleh Gubernur DIY. "Nama tersebut [Jembatan Kabanaran] dipilih langsung oleh Bapak Gubernur DIY [Sri Sultan Hamengku Buwono X]," kata Ditya, Rabu (19/11/2025)
Jembatan ini berada di perbatasan area Sungai Progo yang menghubungkan Kabupaten Kulonprogo di Kapanewon Galur, Kalurahan Banaran dan Kabupaten Bantul di Kapanewon Srandakan, Kalurahan Poncosari.
Ditya menjelaskan berdasarkan sejarah yang dikutip dari berbagai sumber, jembatan tersebut berada di kawasan historis lokasi pusat markas perjuangan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I) melawan Belanda, yaitu Desa Kabanaran. saat ini Desa Kabanaran tersebut disebut sebagai Kalurahan Banaran.
Penggunaan nama Kabanaran diharapkan mampu menjiwai ketangguhan, kebersamaan mencapai cita-cita dalam kepemimpinan Pangeran Mangkubumi yang dinobatkan sebagai Sunan Kabanaran. Adapun Sunan Kabanaran ini merupakan gelar raja yang diberikan kepada Pangeran Mangkubumi sebelum dinobatkan sebagai Sultan Hamengku Buwono I pada tanggal 11 Desember 1749.
"Diharapkan nilai penting tersebut terus mampu memaknai dan dikontekstualisasi dalam manifestasi pembangunan saat ini dalam wujud jembatan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (25/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.