Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY optimistis mampu menekan angka kemiskinan hingga mencapai satu digit pada 2026. Sejumlah langkah strategis terus dijalankan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di seluruh wilayah DIY.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, mengatakan tren penurunan kemiskinan di DIY berlangsung konsisten. Data terakhir per Maret 2025 menunjukkan tingkat kemiskinan berada di angka 10,23%. Untuk mencapai target satu digit, diperlukan penurunan tambahan sedikitnya 0,24%.
“Selain itu, tentu kita masih menunggu perilisan angka kemiskinan dari BPS untuk periode September 2025. Angka ini kemungkinan kita dapat awal 2026. Mudah-mudahan di data per September nanti paling tidak semakin mendekati satu digit, sehingga target satu digit lebih mudah tercapai,” ujar Danang, Jumat (21/11/2025).
Pemda DIY telah menyiapkan beragam program prioritas untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Dua di antaranya mencakup program pengurangan beban masyarakat miskin serta program peningkatan pendapatan masyarakat miskin. Untuk pengurangan beban, salah satu sasaran utama adalah lansia miskin yang dinilai sudah tidak dapat diberdayakan secara produktif.
“Untuk lansia miskin ini, yang bisa kami lakukan ialah memberikan bantuan sosial. Setiap tahun kami anggarkan sekitar 8.000 penerima. Program ini berjalan dan datanya selalu kami perbarui,” jelasnya.
Sementara itu, program peningkatan pendapatan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas OPD, mulai dari pelatihan keterampilan hingga dukungan pemberdayaan ekonomi yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas serta pendapatan masyarakat miskin.
Danang menambahkan, Pemda DIY juga memiliki upaya khusus untuk menurunkan lokus-lokus kemiskinan. Saat ini tercatat ada 18 lokus prioritas yang terus dievaluasi secara berkala dengan harapan jumlahnya kian berkurang.
Sebagai informasi, tingkat kemiskinan DIY masih berada sedikit di atas angka nasional—terpaut 1,76%—dengan catatan 10,23% per Maret 2025. Meski demikian, DIY berhasil mencetak penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tertinggi dalam satu dekade terakhir di Pulau Jawa.
Dalam siaran persnya, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa hingga triwulan III 2025, realisasi program penanggulangan kemiskinan telah mencapai 77,97% dari total anggaran lebih dari Rp548 miliar. Adapun capaian program kemiskinan ekstrem berada di angka 41,02% dari total anggaran lebih dari Rp538 miliar.
“Besar harapan kami pada triwulan IV ini program penanggulangan kemiskinan dapat direalisasikan sehingga tahun depan kemiskinan DIY mencapai angka satu digit. Saya juga mengapresiasi kinerja kabupaten/kota yang telah mencapai target penurunan kemiskinan dan konsisten menurunkan jumlah penduduk miskin,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.