Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Foto ilustrasi impor dan eksport. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantu menyiapkan strategi untuk memperkuat performa ekspor di wilayahnya. Salah satu langkah yang mulai digodok yaitu mendorong ratusan pelaku ekspor Bantul agar dapat masuk ke platform marketplace internasional.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan DKUKMPP Bantul, Tutik Lestariningsih mengaku sedang mengkaji kemungkinan masuknya pelaku ekspor wilayahnya ke platform marketplace internasional untuk mendongkrak penjualan. Hal itu untuk merespons dinamika global, termasuk kebijakan tarif dan standar ketat dari Amerika Serikat yang selama ini menjadi pasar utama komoditas Bantul.
Menurutnya, kondisi ini menuntut strategi pemasaran yang lebih adaptif. Marketplace internasional dinilai sebagai pintu masuk yang lebih murah dan efektif dibanding ekspor konvensional yang membutuhkan biaya besar untuk penetrasi pasar langsung ke luar negeri.
“Marketplace internasional lebih prospektif, sebab pelaku ekspor bisa menjangkau pasar global tanpa biaya eksplorasi negara tujuan yang tinggi,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Bantul saat ini mencatat sekitar 257 pelaku ekspor, dengan dominasi produk garmen dan furnitur. Meski pasar Amerika dan Jerman masih mendominasi tujuan ekspor, kebijakan baru dari AS disebut memberi pengaruh terhadap kelancaran pengiriman.
"Perlu diketahui bahwa rencana kerja sama dengan marketplace global ini masih bersifat wacana. Namun hal itu tetap menjadi salah satu prioritas kami untuk pengembangan ekspor ke depan," katanya.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menambahkan saat ini dinas menginventarisasi sejumlah kendala yang dihadapi pelaku ekspor, mulai dari isu perpajakan hingga persoalan teknis lainnya. "Untuk persoalan teknis itu bisa kami dikoordinasikan lintas OPD, sementara yang kewenangan pusat dan Pemda juga akan kami konsultasikan," ucapnya.
Menurut Prapta, secara umum, nilai ekspor Bantul tidak mengalami penurunan yang terlalu signifikan. Namun strategi pembukaan pasar baru dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekspor di tengah perubahan kebijakan global.
“Intinya bagaimana kami bisa mendukung pelaku ekspor dengan strategi yang relevan, termasuk membuka cara-cara baru untuk menjangkau pasar luar negeri,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o