13.000 SPPG Terdampak Moratorium, DPR Akan Pertemukan Pengelola dengan BGN
DPR akan mempertemukan pengelola SPPG dengan Kepala BGN Sudaryono pada Senin (5/10) membahas moratorium dapur MBG.
Ratusan warga di ikut meramaiakan kirab budaya Merti Kali Winongo di Lapangan Prupukan, Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja, Minggu (23/11/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu saranan promosi destinasi wisata pinggiran Sungai Winongo. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan warga di ikut meramaiakan kirab budaya Merti Kali Winongo di Lapangan Prupukan, Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja, Minggu (23/11/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu saranan promosi destinasi wisata pinggiran Sungai Winongo.
Ketua Panitia Merti Kali Winongo, Pringgokusuman, Kota Jogja Sigit Parwanto menyatakan kegiatan budaya kali ini telah digelar keempat kalinya dengan skala besar. Termasuk melibatkan banyak UMKM warga sekitar. Adapun alur kirabnya dimulai dari Lapangan Prupukan, pawai kemudian melewati kawasan talut Notoyudan menuju RW 25 untuk menjemput
Gunungan.
"Kemudian berhenti juga di Belik Kidul Genduri, ambil air di belik kemudian lanjut jalan menuju ke selatan, ada turun
ke kali tebar benih ikan. Ada rangkaian nyekar di Makam Kluron juga kemudian kembali ke Panggung, Lapangan Prupukan untuk pentas budaya," katanya.
Sekretaris Panitia Merti Kali Winongo Ngatijo menambahkan kegiatan kirab itu diikuti sekitar 300 warga berasal dari 30 RW pada 5 RW di Pringgokusuman. Melalui kegiatan merti kali tersebut, warga sudah sepakat untuk menjadi sungai sebagai muka sehingga berkomitmen untuk merawatnya. Pasalnya saat ini kawasan pinggiran sungai sudah tertata dengan harapan ke depan lebih banyak program wisata yang bisa digulirkan.
"Termasuk merti kali ini harapannya menjadi sarana promosi wisata. Kami berupaya bagaimana potensi sungai ini bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik," ucapnya.
Bahkan sudah terbentuk kelompok karawitan berbagai usia yang juga ditampilkan dalam pentas budaya tersebut. Di antaranya Karawitan Pringgo Mustiko anak-anak, remaja dan ibu-ibu. Kegiatan itu juga diisi berbagai tarian serta flashmob.
Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen Pargiyat sepakat bahwa acara seperti merti kali bisa menjadi salah satu upaya untuk destinasi wisata budaya yang unik dan menarik. Ia mendorong agar kedepan bisa saling berkolaborasi dengan kelurahan terdekat sehingga bisa wisata terpadu.
"Nanti bisa mengembangkan potensi masing-masing sehingga wisatawan bisa memilih sesuai kebutuhan. Kami terus mendorong ini bisa menjadi wisata yang menarik. UMKM di sini juga sudah banyak sekali, termasuk yang diikutkan dalam pentas budaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPR akan mempertemukan pengelola SPPG dengan Kepala BGN Sudaryono pada Senin (5/10) membahas moratorium dapur MBG.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.