Selundupkan 1,3 Ton Ketamin, 8 Awak MV King Sun Jadi Tersangka
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Beksan Lampah Jantra. /Istimewa-Pemda DIY.
Harianjogja.com, JOGJA—Mataram Islam memiliki empat trah sebagai dampak dari politik kekuasaan di masa lalu. Menariknya keempat trah ini memiliki hubungan yang harmonis di era modern.
Keempatnya memiliki komitmen untuk melestarikan tradisi budaya masing-masing. Adapun keempat trah mataram tersebut adalah Kasultanan Ngayogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kadipaten Puro Pakualaman dan Kadipaten Puro Mangkunegaran.
Upaya pelestari dan pemersatu itu sering digelar dalam kegiatan Catur Sagatra yang rutin digelar setiap tahun. Pada 2025 ini Gelar Budaya Catur Sagatra 2025 diselenggarakan pada 28 November lalu dengan mengangkat tema Wellness: Kalyana, Hamemayu Hayuning Bawana.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan tema ini mengingatkan kita bahwa kesejahteraan bukan hanya perkara jasmani, namun keseimbangan ‘lintang gumantung’ atau harmoni antara raga, rasa, dan jiwa
"Wellness bukan sekadar tren yang datang pergi seperti musim, namun menjadi ‘laku pangrakiting manah’, yaitu upaya mengasah kejernihan batin, agar hidup berjalan seirama dengan denyut alam," katanya sebagaimana dilansir laman resmi Pemda DIY.
Catur Sagatra 2025 menjadi maharsi atau puncak tertinggi budaya yang menumbuhkan persaudaraan empat trah Mataram Islam. Seperti empat mata air mengalir ke sungai, kekerabatan ini hadir untuk menjaga kejernihan peradaban, yang telah diwariskan turun-temurun.
“Seni dalam konteks ini bukan hanya tontonan, tetapi tuntunan, seperti tarian klasik yang memadukan langkah, napas, dan rasa. Semoga Catur Sagatra 2025 menjadi titik embun yang menyegarkan, memperkuat persaudaraan dan memuliakan kebudayaan Mataram Islam,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan ada nilai-nilai yang menjadi fondasi pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Catur Sagatra. Mulai dari keselarasan raga, rasa dan ruh, serta harmoni antara manusia, alam, dan kehadiran Ilahi.
Ia mengapresiasi kepada empat trah Mataram Islam telah terlibat dalam seluruh proses Catur Sagatra. Hal itu ebagai wujud nyata pelestarian warisan adiluhung yang membanggakan.
“Tradisi akan selalu menemukan kehidupan baru, selama generasi yang ada bersedia merawat dan mempelajarinya. Harapan kami, empat istana Mataram Islam ini akan senantiasa menjadi pusat pelestarian tradisi dan penguatan identitas budaya," ucapnya.
Pada kesempatan itu keempat trah menampilkan tari Beksan Catur Sagatra. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Beksan Lampah Jantra, Kasunanan Surakarta Hadiningrat menampilkan Beksan Wirya Naranata. Adpun Kadipaten Pakualaman menampilkan Beksan Pitutur Jati dan Kadipaten Puro Mangkunegaran menyuguhkan Bedhaya Krama Jiwa.
Beksan Wirya Naranata.
Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan DIY, tarian ini bukan sekadar gerak, melainkan sebuah narasi kepemimpinan yang diambil dari kisah Sri Susuhunan Pakubuwana VI. Memvisualisasikan seorang pemimpin yang trengginas, mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan pada senjata, melainkan pada keteguhan batin dan dharma suci dalam menghadapi badai kehidupan.
Beksan Lampah Jantra
Karya ini digambarkan sebagai gerakan meditasi visual yang merefleksikan laku manusia dalam siklus abadi terang dan bayang, hening dan hiruk. Para penari bergerak seolah menjadi pusat-pusat penyeimbang kerohanian, mengajak penonton merenungi perjalanan sadar menuju kemenangan lahir dan batin.
Bedhaya Krama Jiwa
Tarian ini adalah simbolisasi dari ketenangan dan kesucian teratai putih. Gerak para penari yang halus dan mengalir merepresentasikan pengendalian diri yang paripurna, sebuah laku manembah di mana emosi manusia dilebur menjadi cinta kasih dan kepasrahan kepada Ilahi.
Beksan Pitutur Jati
Tarian ini sarat akan muatan moral, menyoroti kesehatan holistik yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga kepekaan karakter. Gerakannya menekankan pada kesungguhan hati dan kerendahan hati—sebuah nasihat (pitutur) visual agar manusia senantiasa memegang teguh nilai kebajikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.