Lahan Bekas Hutan di Kulonprogo Disulap, Panen Jagung Tembus 8,3 Ton
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo mendorong penguatan kemandirian fiskal daerah usai pemotongan dana TKD dari pusat. Perumda Aneka Usaha diminta membuka unit bisnis baru untuk mengoptimalkan pengelolaan pasar, pariwisata, dan peluang pendapatan lainnya.
Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin, mengatakan pemotongan dana TKD sebesar Rp117 miliar dari pusat harus dijadikan spirit untuk mendorong kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, banyak sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kulonprogo yang perolehannya belum maksimal.
"Kami mendorong Pemkab salah satunya terkait Perumda Aneka Usaha untuk membentuk satu unit baru," katanya kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).
Unit usaha baru ini, lanjut Aris, diarahkan pada sektor-sektor strategis.
"Itu berkaitan dengan optimalisasi pengelolaan pasar daerah dan juga pariwisata," tambah Aris.
Diharapkan pembukaan unit usaha baru dari Perumda Aneka Usaha ini dapat lebih optimal dalam menyumbang PAD bagi Kulonprogo, sehingga mampu mendorong kemandirian fiskal secara optimal.
Aris meminta agar penurunan dana TKD ini tidak menyurutkan semangat, tetapi sebaliknya menjadi pemicu untuk memaksimalkan retribusi dan pajak daerah agar lebih meningkat bagi Kulonprogo. Ia menyoroti potensi PAD yang belum tergarap maksimal.
"Kami tidak bilang bocor, tetapi belum maksimal. Retribusi pariwisata bisa [ditingkatkan]," ucap pria yang juga Politisi PDI Perjuangan ini.
Aris menuturkan, Perumda Aneka Usaha dapat mengelola aset vital seperti pasar daerah secara maksimal. Pasalnya, masih banyak kios yang kosong, seperti di Pasar Wates dan Pasar Bendungan. Selain itu, perlu ada penataan parkir yang berpotensi menambah pendapatan retribusi secara signifikan.
"Artinya ini perlu satu terobosan baru sehingga dalam rangka memaksimalkan kinerja Perumda Aneka Usaha harapannya itu diambil dengan membentuk satu unit usaha baru," tuturnya.
Selain pengelolaan pasar, Perumda Aneka Usaha juga disarankan untuk membentuk unit usaha baru dalam bentuk pengelolaan reklame atau iklan. Unit baru ini dipandang sebagai upaya untuk menangkap peluang bisnis baru yang dapat secara langsung meningkatkan PAD Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.