Akademisi Bahas Pendidikan Islam di Era Masifnya AI

Newswire
Newswire Minggu, 30 November 2025 00:27 WIB
Akademisi Bahas Pendidikan Islam di Era Masifnya AI

Ratusan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia membahas isu terkait pendidikan Islam dan Artificial Intelliengence (AI) dalam seminar bertajuk Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital: Membangun Karakter, Spiritualitas, dan Keberlanjutan Global, Sabtu (29/11/2025). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia membahas isu terkait pendidikan Islam dan Artificial Intelliengence (AI) dalam seminar bertajuk Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital: Membangun Karakter, Spiritualitas, dan Keberlanjutan Global, Sabtu (29/11/2025).

Kaprodi Ilmu Agama Islam Program Magister FIAI UII Dzulkifli Hadi Imawan menjelaskan seminar tersebut membahas terkait transformasi pendidikan Islam di era digital. Menurutnya isu tersebut sedang mengemuka di tengah masifnya perkembangan teknologi.

Ia mencontohkan, salah satunya terkait AI yang beberapa pihak kadang ada menempatkan sebagai dikotomi jika dikaitkan dengan pendidikan Islam.

"Kami menghadirkan pakar AI dan pakar pendidikan Islam, sehingga bisa saling menyampaikan perspektifnya, antara pendidikan Islam dengan teknologi. Karena isu ini sangat masif ya di tengah perkembangan teknologi," ujarnya, Sabtu.

Seminar itu digelar secara gratis diikuti banyak akademisi pendidikan Islam di wilayah DIY. Ia berharap melalui pertemuan ilmiah ini, mereka mendapatkan wawasan dari saling share pengetahuan antara pendidikan Islam dan teknologi digital.

"Ternyata pesertanya tidak hanya dari Jogja tetapi akademisi dari kampus lain di luar Jogja seperti Cirebon, Malang. Mereka dari kalangan sarjana dan magister," ucapnya.

Ia menambahkan banyaknya peserta karena mahasiswa baik sarjana maupun magister dituntut untuk meningkatkan literasi dan publikasi. Para peserta membuat artikel dan kemudian direview untuk diterbitkan di jurnal di UII serta beberapa kampus lain.

"Sehingga akademisi, dosen dan mahasiswa juga mendapatkan wawasan terbaru berkaitan dengan isu ini, bagaimana pendidikan Islam merespons perkembangan teknologi," ujarnya.

Pakar AI UII Dhomas Hatta Fudholi dalam kesempatan itu menyampaikan terkait batasan-batasan penggunaan AI. Menurutnya penggunaan AI tidak boleh langsung asal copy paste narasi tanpa pengakuan atau penyuntingan kritis oleh mahasiswa dan mengklaim sebagai hasil pekerjaan sendiri merupakan tindakan yang dibatasi.

"Dilarang menggunakan hasil AI secara mentah, setiap output wajib diolah dan disesuaikan dengan konteks permasalahan/proyek. Penggunaan AI tidak diperbolehkan menggantikan proses analisis dan pemecahan masalah tanpa melakukan konfirmasi terhadap keakuratan data," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online