Debut Inacraft di Jogja, Targetkan Rp8 Miliar dan 25.000 Pengunjung
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
Foto ilustrasi beras. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jogja berhasil mencapai target penyerapan gabah dan beras tahun 2026 lebih cepat dari perkiraan. Hingga 10 Juli 2026, realisasi pengadaan telah mencapai 100 persen dari target tahunan dengan total penyerapan mencapai 196.431 ton setara beras. Capaian tersebut menjadi penguatan bagi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional menghadapi potensi cuaca ekstrem dan masa paceklik pada paruh kedua tahun ini.
Keberhasilan itu dinilai menunjukkan komitmen Bulog dalam menyerap hasil panen petani lokal sekaligus memastikan produksi pertanian dalam negeri tetap terserap secara optimal.
"Keberhasilan pemenuhan target yang dicapai lebih cepat dari estimasi akhir tahun ini menjadi bukti nyata dari komitmen Bulog dalam menyerap hasil produksi pertanian dalam negeri. Bulog kembali menunjukkan kontribusinya dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional," kata Pemimpin Wilayah Bulog Jogja Dedi Aprilyadi di Jogja, Selasa.
Penyerapan Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Menurut Dedi, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Ketersediaan stok dinilai semakin strategis untuk mengantisipasi kemungkinan fluktuasi produksi akibat cuaca ekstrem maupun memasuki periode paceklik pada semester kedua 2026.
Selain memperkuat ketahanan pangan nasional, keberhasilan penyerapan juga mencerminkan sinergi berbagai pihak dalam mendukung pengadaan gabah hasil panen petani.
"Bulog Yogyakarta mengapresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para petani di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian wilayah Jawa Tengah yang masuk dalam wilayah kerja Kanwil Yogyakarta, sinergi yang solid di lapangan menjadi kunci utama akselerasi pengadaan ini," katanya.
Serap 196.431 Ton Setara Beras
Dedi menjelaskan, hingga bulan ini Perum Bulog Kanwil Jogja telah menyerap 196.431 ton gabah setara beras. Dengan capaian tersebut, target penyerapan gabah yang ditetapkan sepanjang 2026 telah terpenuhi seluruhnya.
Keberhasilan tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengadaan di lapangan.
"Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan terkait yakni dukungan Gubernur DIY dan Jateng, walikota/bupati di DIY dan Karesidenan Kedu dan Banyumas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY dan Jateng, PPL, TNI, Polri, serta Tim Jemput Pangan Perum Bulog," katanya.
Strategi Tim Jemput Pangan Percepat Pengadaan
Bulog Kanwil Jogja juga mengoptimalkan strategi Tim Jemput Pangan sejak awal tahun. Melalui pendekatan tersebut, petugas aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak di lapangan agar hasil panen petani dapat langsung terserap sesuai ketentuan harga yang berlaku.
Koordinasi dilakukan bersama Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mitra Pangan Pengadaan, hingga kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Pola kerja tersebut dinilai mampu mempercepat proses pengadaan sekaligus menjaga kelancaran penyerapan gabah dari sentra produksi.
Penyerapan Tetap Berlanjut Meski Target Terpenuhi
Meski target tahunan telah tercapai pada Juli 2026, Bulog Kanwil Jogja memastikan kegiatan penyerapan gabah tetap dilanjutkan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani selama sisa masa panen masih berlangsung.
"Meskipun target tahunan telah terpenuhi per Juli, Bulog Kanwil Yogyakarta masih terus melakukan kegiatan penyerapan. Petani meminta agar Bulog tetap hadir untuk menjaga agar harga gabah di tingkat produsen tidak anjlok, terutama di sisa masa panen yang masih berlangsung," katanya.
Menurut Dedi, keberlanjutan penyerapan tersebut juga selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat swasembada pangan nasional serta meningkatkan kemandirian pangan dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.