Petugas Damkar Gunungkidul Pingsan di Jalan, Dirawat Intensif
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Warga sedang melintas di atas jembatan bailey di Padukuhan Gelaran I, Desa Bejiharjo, Karangmojo/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Bonjing di Padukuhan Gelaran I, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo berharap bisa memiliki jembatan permanen yang membentang di atas Kali Oya. Pasalnya, Jembatan Bailey yang dibangun hanya bersifat sementara sehingga aktivitas warga tidak dapat berjalan optimal.
Dukuh Gelaran I, Bejiharjo, Husein Pamungkas, mengatakan dulu akses bagi warga Bonjing sempat ada jembatan, tetapi rusak karena diterjang banjir bandang yang diakibatkan dampak dari Badai Cempaka pada tahun 2017 lalu. Pascakejadian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung membangunkan Jembatan Bailey sebagai akses darurat yang bertahan hingga sekarang.
“Berhubung ini akses satu-satunya, maka keberadaan Jembatan Bailey sangat membantu bagi warga Bonjing. Tapi, kami berharap ada jembatan yang permanen agar aktivitas lebih bisa dimaksimalkan,” kata Husein, Minggu (30/11/2025).
Keterbatasan Akses dan Biaya Pemeliharaan
Menurut Husein, di awal dibangun, jembatan hanya khusus untuk kendaraan roda dua. Namun, setelah dilakukan penguatan pilar-pilar jembatan, akhirnya mobil dengan berat di bawah lima ton bisa melintas.
Husein mencatat, sejak dibangun pada akhir 2017, Jembatan Bailey sudah dilakukan perbaikan sebanyak lima kali. Rinciannya, empat kali pemeliharaan menggunakan anggaran dana desa masing-masing Rp20 juta dan sekali program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) sebesar Rp5 juta.
“Jadi ditotal untuk lima kali pemeliharaan sudah mengeluarkan anggaran Rp85 juta,” katanya.
Untuk pembangunan jembatan permanen, Husein mengakui sudah membuat kajian dengan akademisi. Guna membangun jembatan tersebut dibutuhkan dana sekitar Rp15 miliar.
“Kalau dibiayai kalurahan, jelas tidak mampu. Jadi, kami berharap kepada Pemkab [Pemerintah Kabupaten], pemerintah provinsi, atau Pemerintah Pusat untuk membantu dibangunkan jembatan yang permanen,” katanya.
Potensi Wisata Terkendala Akses
Salah seorang warga Bejiharjo, Sutarno, menambahkan di kawasan Bonjing sempat dikembangkan destinasi wisata Wonosumilir. Namun, kondisi sekarang tidak berfungsi lagi karena sudah tak ada aktivitas di lokasi tersebut.
“Sempat ada destinasi wisata yang coba dikembangkan, tapi sekarang sudah mati. Mungkin akses menjadi kendala sehingga wisatanya tidak berkembang,” katanya.
Menurut dia, Jembatan Bailey yang terbangun tidak bisa dilalui sembarangan kendaraan karena truk-truk dilarang melintas. Oleh karena itu, warga berharap ada jembatan lebih permanen sehingga bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
“Tidak hanya pertanian atau perkebunan. Tapi, mungkin dengan adanya jembatan baru yang lebih kuat, maka wisatanya bisa dikembangkan lagi karena di sekitar jembatan juga ada wahana susur Sungai Oya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.