Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pemda DIY beserta organisasi masyarakat, komunitas pendamping korban, hingga pelajar mengikuti Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (HAKTPA) 2025 di kompleks Kepatihan, Jumat (5/12/2025)./ist Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyerukan gerakan bersama lintas elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Langkah ini menjadi respon atas masih tingginya kasus kekerasan yang terjadi di wilayah DIY.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati, menjelaskan sepanjang tahun pihaknya bersama berbagai organisasi mitra terus menggelar edukasi dan kampanye anti kekerasan. Pada periode 25 November hingga 10 Desember, rangkaian gerakan ini digencarkan sebagai bagian dari kampanye global HAKTPA.
“Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari webinar, pelatihan peningkatan kapasitas layanan, hingga sosialisasi informasi layanan bagi korban kekerasan. Kami juga mengoptimalkan rumah aman, pendampingan psikologis, serta layanan konseling,” ujarnya dalam Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (HAKTPA) 2025 di kompleks Kepatihan, Jumat (5/12/2025).
Erlina menyebut kasus kekerasan di DIY masih tergolong tinggi, tercatat 1.326 pengaduan pada 2024 dan 606 laporan sepanjang semester I 2025. “Angka ini belum mencerminkan kondisi sebenarnya karena banyak korban enggan melapor akibat ancaman, rasa malu, atau relasi kuasa dengan pelaku,” katanya.
Ia menegaskan tantangan terbesar bukan hanya pada ketersediaan layanan, melainkan keberanian korban untuk melapor, baik ke lembaga layanan maupun kepolisian. Relasi kuasa dari pelaku kerap membuat korban takut untuk menyampaikan laporan. Karena itu, masyarakat didorong untuk aktif memberi dukungan, termasuk tidak menyalahkan korban.
“Kami berharap nilai budaya Jogja yang menjunjung adab dan keberadaban dapat menjadi fondasi kuat untuk menekan angka kekerasan. Sebagai Jogja Istimewa, kita harus memastikan masyarakatnya berbudaya dan menghargai martabat sesama,” imbuhnya.
Pemda DIY juga berharap kolaborasi lintas pihak diperkuat. Korban membutuhkan pemulihan jangka panjang, sementara pelaku tetap harus diproses secara hukum. “Kekerasan bukanlah solusi. Perempuan dan anak harus mendapatkan perlindungan agar mampu tumbuh dengan kualitas hidup yang baik serta berkembang dan berkarya,” papar Erlina.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menuturkan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius yang membutuhkan kepedulian kolektif. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan berkelanjutan dan tidak berhenti pada momentum peringatan tahunan.
“Bentuk kekerasan semakin beragam dan kompleks. Selain kekerasan fisik dan psikis, kekerasan berbasis gender online [KBGO] juga semakin marak. Di era digital, kita harus memastikan rasa aman tidak hanya di ruang nyata, tetapi juga di ruang maya,” ungkapnya.
Ia menambahkan meningkatnya partisipasi perempuan di berbagai sektor juga diiringi ancaman kekerasan yang beragam, mulai dari pelecehan di tempat kerja, intimidasi di ruang publik, hingga penyalahgunaan identitas dan gambar pribadi di media sosial. Kondisi ini dinilai dapat menghambat perkembangan perempuan untuk tumbuh secara aman dan setara.
“Masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan ruang publik tetap aman bagi semua. Ruang publik harus menjadi tempat tumbuhnya partisipasi, bukan ketakutan. Anak-anak dan remaja juga menghadapi tekanan baru dari budaya digital yang mengutamakan pencitraan,” tandasnya.
Dengan mengusung tema ‘Ciptakan Ruang Aman, Wujudkan Jogja Istimewa Tanpa Kekerasan’, Pemda DIY mengajak seluruh masyarakat bergerak bersama dalam upaya pencegahan kekerasan, penyebaran informasi saluran bantuan, hingga pendampingan korban menuju layanan yang tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kebiasaan pagi sederhana seperti minum air putih dan menunda kopi ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko serangan jantung.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Virgoun dan Lindi Fitriyana dikaruniai anak laki-laki bernama Perfexio Muthmain Virgoun pada 14 Mei 2026.
Wuling Binguo Pro tembus 30.000 pesanan sebelum resmi meluncur. Harga murah dan fast charging jadi daya tarik utama.
iPhone Fold disebut baru meluncur September 2026, sementara Huawei, Vivo, Oppo, dan Honor lebih dulu memanaskan pasar HP lipat layar lebar.