Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Foto ilustrasi aktivitas kunjungan wisata di Pantai Ngandong, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyadari kawasan wisata sebagai sektor andalan juga rawan bencana. Oleh sebab itu, kajian mitigasi bencana akan disusun agar pelaksanaan kepariwisataan dapat berjalan lancar dan aman.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, menyampaikan akhir-akhir ini terjadi kehebohan terkait potensi bencana di kawasan wisata. Menurut dia, hal tersebut wajar karena setiap lokasi memiliki risiko kebencanaan.
“Jadi tidak hanya di destinasi wisata, tapi di lokasi lain juga ada potensi berkaitan dengan kebencanaan,” kata Nanang, Rabu (10/12/2025).
Nanang menjelaskan, yang terpenting dari risiko kebencanaan adalah upaya mitigasi agar dampak dapat ditekan sekecil mungkin. “Secara spesifik memang belum ada program mitigasi kebencanaan di kawasan wisata. Namun, dengan kehebohan potensi bencana di media sosial, kami segera menyusun kajian mendalam,” ujarnya.
Menurut Nanang, kajian tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus melibatkan pihak berkompeten. “Tujuannya memberikan solusi bersama agar destinasi wisata tetap berjalan, namun dari sisi mitigasi bencana ada kepastian keamanan,” ujarnya.
Meski demikian, Nanang mengakui kesiapsiagaan mitigasi di kawasan pantai lebih baik dibandingkan destinasi lain. Hal ini karena sejumlah program antisipasi megathrust dan tsunami sudah berjalan.
“Upaya mitigasi terus dilakukan agar dampak bencana dapat dikurangi,” kata dia.
Sebelumnya, Dinas Pariwisata Gunungkidul memastikan sejumlah objek wisata alam seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk, dan Cave Tubing Kalisuci aman dikunjungi. Namun kewaspadaan terhadap potensi bencana saat musim hujan perlu ditingkatkan agar tidak terjadi hal tak diinginkan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta, menyebut sempat ada peringatan potensi longsor di beberapa objek wisata alam Gunungkidul. Lokasi rawan mencakup Gua Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo; Cave Tubing Kalisuci di Kalurahan Pacarejo, Semanu; dan Air Terjun Sri Getuk di Kalurahan Bleberan, Playen.
Supri mengatakan, secara lokasi beberapa tempat ini rawan bencana terutama saat musim hujan. “Wisata alam sangat rentan saat musim hujan, sehingga penting ada mitigasi dan kewaspadaan terhadap potensi bencana,” ujarnya.
Ia mengakui pengumuman destinasi wisata rawan bencana berdampak pada kunjungan wisata. Berdasarkan laporan, sudah ada pembatalan kunjungan ke destinasi Gua Pindul.
Untuk mengantisipasi dampak negatif pada kunjungan, langkah cepat dilakukan. Pihak Dinas Pariwisata DIY dan BPBD Gunungkidul melakukan monitoring lapangan agar kesiapsiagaan kebencanaan benar-benar terjaga. “Kondisinya masih aman untuk kunjungan wisata, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” kata Supri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.