Jadwal KA Bandara YIA Reguler Minggu 26 Juli 2026, Tiket Lebih Murah
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 26 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKKMK UGM Profesor Siti Herini saat memberikan pemaparan dalam seminar Tata Kelola Epilepsi Kebal Obat, Sabtu (13/12/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Gangguan saraf kronis ditandai dengan kejang berulang atau epilepsi menjadi salah satu penyakit saraf yang butuh penanganan khusus. Pada kategori tertentu penderita epilepsi bisa berada dalam fase kebal obat.
Meski demikian saat ini ada model terapi yang memberikan harapan kepada penyintas untuk sembuh dan bisa menjalani kehidupan normal. Masyarakat perlu diedukasi terkait penanganan penyakit ini.
Isu tentang kesehatan saraf ini dibahas dalam seminar bertajuk Tata Kelola Epilepsi Kebal Obat yang digelar SMC RS Telogorejo di di Jogja, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan menghadirkan dokter spesialis dan subspesialis saraf untuk berbagi pengetahuan terkini mengenai penanganan epilepsi kebal obat, sekaligus membuka kesempatan konsultasi secara gratis bagi peserta terpilih.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKKMK UGM Profesor Siti Herini mengaku sering menghadapi anak epilepsi dengan obat cukup banyak namun kejangnya tidak teratasi. Saat ini lebih dari 50 juta pasien epilepsi di dunia, tercatat 4,9 juta di antaranya merupakan pasien baru setiap tahunnya.
"Pengobatannya dengan terapi anti kejang, namun sepertiga penderita tidak mencapai kontrol kejang yang baik dan tidak merespons dengan baik obat-obat tersebut atau epilepsi resisten obat," katanya dalam seminar tersebut.
Corporate Business Marketing Communication Yayasan Kesehatan Telogorejo Adhitia Budi menyatakan topik tersebut dipilih sebagai respons atas masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pilihan terapi lanjutan bagi pasien epilepsi yang tidak merespons pengobatan standar atau kebal obat.
Ia menambahkan kehadiran SMC RS Telogorejo di Jogja menjadi langkah awal untuk membangun kedekatan yang lebih luas dengan masyarakat. Ia berharap masyarakat menyadari bahwa epilepsi bukan sekadar stigma yang tidak bisa disembuhkan.
"Sehingga melalui Telogorejo Neuro Center sebagai Center of Excellence, kami ingin memastikan edukasi, harapan, dan akses terhadap penanganan yang tepat dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga, khususnya mereka yang menghadapi tantangan epilepsi kebal obat,” ujarnya.
Pihaknya mendorong pengembangan pusat unggulan yang tidak hanya kuat secara teknologi dan keilmuan, tetapi juga berorientasi pada nilai kemanusiaan dan pelayanan berkelanjutan. Seminar Neuro ini dirancang sebagai ruang edukasi yang inklusif dan dialogis bagi masyarakat.
"Kami tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai mitra edukasi yang mendampingi. Seminar Neuro ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk berbagi pengetahuan, membuka ruang dialog, serta memperkenalkan Telogorejo Neuro Center sebagai center of excellence yang berfokus pada penanganan saraf secara komprehensif dan berkelanjutan,” kata Humas SMC RS Telogorejo, Bunga.
Salah satu pasien epilepsi yang bisa sembuh, Aska menyampaikan pengalamannya menjalani terapi di SMC RS Telogorejo. Awalnya ia mengalami kejang sebanyak 10 hingga 15 kali dalam sepekan atau sudah termasuk akut. Kondisi itu berlangsung selama sepuluh tahun mulai usia 13 tahun.
Menurutnya sudah berganti-ganti obat namun sudah tidak mempan atau kebal. Azka merasakan saat menjalani terapi obat tidak menuntaskan masalah kejang. Ia merasakan tantangan yang berat dalam kondisi lingkungan sosial ketika duduk di bangku SMA hingga kuliah dengan status penyintas epilepsi.
"Terutama ketika masuk ke lembaga pendidikan baru. Ketika saya kejang teman-teman kan kaget, bingung. Sehingga saya merasa harus menjelaskan kondisi saya pada lingkungan baru, baik saat masuk ke SMA dan kuliah. Tetapi ketika saya sudah speak up [menyampaikan] bahwa saya [penyintas] epilepsi, teman-teman menyadari dan mencari tahu bagaimana cara menolong ketika kejang," ujarnya.
Saat ia berusia 23 tahun ia mulai mengenal terapi bedah saraf hingga kemudian ditemukan sumber kejangnya. "Kemudian dilakukan operasi pada sumber kejang tersebut di tahun 2007 dan perlahan kejang mulai hilang. Kemudian tahun 2011 itu sampai sekarang sudah tidak kejang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 26 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Nissan Leaf Nismo resmi meluncur di Jepang dengan fokus pada handling dan desain sporty, bukan peningkatan tenaga. Cek spesifikasi lengkapnya!
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Maroko menamai jalan raya sepanjang 1.055 kilometer dengan nama Donald Trump. Langkah ini dinilai menjadi simbol kuat hubungan diplomatik AS dan Maroko terkait
Peretas curi 30 TB data militer dari IMCO, pemasok tank Merkava Israel. Dokumen sensitif dan cetak biru senjata diduga bocor dalam serangan siber ini.
Setir mobil terasa berat? Kenali 8 penyebab utama, mulai dari pompa power steering hingga tekanan ban, serta 5 cara mengatasinya untuk keselamatan Anda.