Sleman Buka 3 Kawasan Investasi Baru, Peluang Besar!
Sleman buka tiga kawasan investasi baru di Prambanan, Kaliurang, dan Sleman Barat. Peluang besar sektor wisata dan ekonomi kreatif.
Sejumlah bus sedang transit di Terminal Jombor, Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, Senin (22/12/2025)./ Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Harga tiket bus jurusan Jakarta dari Terminal Jombor naik 10 persen menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 karena lonjakan penumpang.
Penjaga loket Puspa Jaya di Terminal Jombor, Udin Alanda, mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan tiket mulai terasa sejak Sabtu (20/12/2025) dan Minggu (21/12/2025).
Menurut Udin, penyesuaian tarif saat ini baru diberlakukan oleh sejumlah Perusahaan Otobus (PO) untuk jurusan Jakarta. Sebagai contoh, PO Murni Jaya menaikkan harga tiket dari Rp230.000 menjadi Rp240.000. Sementara itu, PO Tunas Muda mengalami kenaikan dari Rp400.000 menjadi Rp450.000.
“Kenaikan harga tiket saat ini hanya untuk arah Jakarta saja. Kalau rute ke Lampung harga tiketnya masih normal, tidak ada kenaikan,” kata Udin saat ditemui di loket, Senin (22/12/2025).
Menariknya, mayoritas penumpang yang berangkat dari Terminal Jombor justru didominasi oleh perantau yang ingin pulang ke Sumatra. PO Sinar Jaya rute Jakarta–Bogor–Lampung menjadi salah satu yang paling diminati dengan harga tiket tetap di angka Rp490.000.
Udin memperkirakan arus balik menuju Jakarta akan mencapai puncaknya setelah perayaan Tahun Baru 2026, tepatnya antara tanggal 1 hingga 6 Januari 2026.
Meskipun aktivitas meningkat, ia menilai lonjakan penumpang pada momen Natal tahun ini tidak sepadat periode Nataru sebelumnya. Hal ini diduga karena jadwal libur panjang yang berdekatan dengan awal bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.
Taufik Kurohman, seorang mahasiswa asal Bandar Lampung, mengaku memilih moda transportasi bus untuk pulang kampung karena harga tiketnya yang lebih terjangkau dibandingkan pesawat.
Menggunakan PO Putra Remaja, Taufik membeli tiket seharga Rp500.000. “Langsung menuju Bandar Lampung tanpa transit. Dalam kondisi normal perjalanan memakan waktu 17 jam, namun jika macet bisa seharian penuh,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, beberapa rekannya juga memilih pulang menggunakan bus Puspa Jaya dengan selisih harga yang tipis, yakni sekitar Rp10.000. Taufik berencana kembali ke DIY untuk melanjutkan studinya pada pekan pertama Januari 2026 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman buka tiga kawasan investasi baru di Prambanan, Kaliurang, dan Sleman Barat. Peluang besar sektor wisata dan ekonomi kreatif.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.