Unggul Priyadi Raih Runner-up Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026
Guru Besar UII Prof. Unggul Priyadi meraih juara 2 Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026 di Bali bersama Prof. Soetriono dari Universitas Jember.
Pameran seni rupa bertajuk Salam dan Bahagia#3 digelar di Gedung Saraswati, Kompleks Museum Sonobudoyo Jogja pada 22-30 Desember 2025. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran seni rupa bertajuk Salam dan Bahagia#3 digelar di Gedung Saraswati, Kompleks Museum Sonobudoyo Jogja pada 22-30 Desember 2025. Pameran ini mempertemukan seniman dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa aktif, alumni, dosen, widyaiswara, hingga para pensiunan. Menghadirkan karya seniman dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan, Papua, dan Sumatera.
Ketua Panitia FX Supriyono menjelaskan pameran Salam dan Bahagia#3 ini merupakan agenda rutin dua tahun sekali, namun mendapat respons luar biasa sehingga ke depan diupayakan dapat digelar setiap tahun. Peserta yang terlibat bukan hanya dari Jawa, namun dari berbagai kota di Inonesia.
Menariknya, pameran tidak membatasi tema karya secara ketat. Sesuai tema dimaknai sebagai semangat saling menyapa, berbagi kebahagiaan, serta membuka ruang dialog antar generasi.
“Ini benar-benar lintas generasi. Dari angkatan pertama sejak berdirinya Seni Rupa UST sampai yang paling muda ada di sini. Pameran ini juga melibatkan sejumlah seniman nasional, di antaranya Nasirun, yang turut memamerkan karya. Bahkan, salah satu karya yang ditampilkan merupakan karya seniman yang telah wafat, dibuat sebelum meninggal dunia dan kini dipamerkan," ujarnya, Senin.
Kurator Pameran, Ki Hajar Pamadhi, menambahkan meskipun mengusung tajuk yang sama, edisi ketiga ini menawarkan harapan dan tafsir yang berbeda. Karya yang dipamerkan telah melalui proses seleksi ketat dengan penekanan pada keselarasan antara gagasan, ekspresi, dan pencapaian estetik. Di mana para seniman tidak sekadar menampilkan objek secara kasat mata, tetapi berusaha menghadirkan makna yang lebih dalam dari apa yang tampak.
Menurutnya, Salam dan Bahagia sarat nilai filosofis, sebagaimana diajarkan pendiri Tamansiswa, Ki Hajar Dewantara. Salam dimaknai sebagai doa keselamatan dan kedamaian, sementara bahagia berkaitan dengan kesejahteraan batin serta emosi positif manusia.
“Ucapan salam dan bahagia bukan basa-basi, tetapi afirmasi positif yang dapat memengaruhi kondisi psikologis individu dan hubungan sosial. Nilai ini kemudian diterjemahkan para seniman menjadi karya seni,” katanya.
Secara kuratorial terdapat empat pola representasi dalam pameran ini. Salah satunya adalah Salam dan Bahagia sebagai objek formal, di mana seniman berupaya mengungkapkan rasa terdalam melalui bentuk dan warna. Prinsip Tamansiswa ambuka raras mangesti wiji menjadi landasan dalam proses kreatif tersebut.
“Bagi seniman, karya adalah refleksi batin. Kebahagiaan tidak selalu ditampilkan sebagai keceriaan semata, tetapi juga menyertakan refleksi tentang kesedihan, harapan, dan pengalaman hidup,” ujarnya.
Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya Masrukan Budiyanto yang hadir membuka pameran mengatakan kehadiran pameran ini memberikan apresiasi terhadap semangat berkarya generasi muda. Banyak mahasiswa dan perupa muda yang tampil menunjukkan kualitas karya yang dinilai luar biasa dan menjanjikan.
“Dengan pameran ini kita bisa saling melihat dan saling belajar. Dari situ muncul pemahaman bahwa seni lukis dan seni rupa itu terus berkembang. Sebagai pengemban dan pengembang seni, kita harus terus berjalan, terutama agar generasi muda tidak tertinggal dari era sebelumnya,” ujarnya.
Selain sebagai ruang apresiasi, pameran ini juga membuka peluang kolaborasi antara seniman, komunitas seni, dan lembaga pendidikan khususnya BBPPMPV Seni dan Budaya. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
“Dengan kolaborasi bersama seniman, pelaku seni, dan komunitas seni, pelatihan yang kami lakukan bisa benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jadi guru dan lulusan SMK tidak berjalan sendiri, tapi memahami bagaimana praktik seni berkembang saat ini,” katanya.
Melalui pameran Salam dan Bahagia#3, seni rupa tidak hanya menjadi medium ekspresi visual, tetapi juga ruang dialog lintas generasi yang menegaskan pentingnya kolaborasi, refleksi batin, dan keberlanjutan ekosistem seni di Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Prof. Unggul Priyadi meraih juara 2 Kejurnas Tenis Antar Profesor 2026 di Bali bersama Prof. Soetriono dari Universitas Jember.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.
Realisasi PBB Bantul 2026 telah mencapai Rp33 miliar. BPKPAD mengoptimalkan pembayaran melalui mobil pajak, Virtual Account, dan QRIS.
Pemilih logo HUT RI Ke-81 mencapai 42.151 orang. Pemerintah mengajak masyarakat terus berpartisipasi hingga polling berakhir.