Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Prakiraan cuaca hari ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (25/12/2025), menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang pada siang hari di hampir seluruh wilayah.
Sebelum memulai aktivitas, masyarakat diimbau untuk mengecek kondisi cuaca terkini guna mengantisipasi hujan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Berikut prakiraan cuaca hari ini di wilayah Kota Jogja, Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo:
Kota Jogja
Pagi: Cerah berawan
Siang: Hujan sedang
Sore: Hujan ringan
Malam: Cerah
Bantul
Pagi: Cerah berawan
Siang: Hujan sedang
Sore: Hujan ringan
Malam: Cerah
Sleman
Pagi: Cerah berawan
Siang: Hujan sedang
Sore: Hujan ringan
Malam: Cerah
Gunungkidul
Pagi: Berawan
Siang: Hujan sedang
Sore: Hujan ringan
Malam: Cerah
Kulonprogo
Pagi: Berawan
Siang: Hujan sedang
Sore: Hujan ringan
Malam: Cerah
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan pada siang hingga sore hari serta menyesuaikan rencana perjalanan agar tetap aman dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.