Buntut Komentar Perawat Nirempati, RSA UGM Perketat Etika Medsos
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Embung Kaliaji dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu./Instagram @jogjaku
Harianjogja.com, SLEMAN— Usai perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026, Polresta Sleman mengalihkan fokus pengamanan ke destinasi wisata dan pusat-pusat keramaian yang diperkirakan masih dipadati wisatawan pada 1 Januari. Sejumlah kawasan wisata hingga sentra oleh-oleh menjadi perhatian utama aparat kepolisian.
Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan destinasi wisata yang berpotensi ramai dikunjungi wisatawan pascatahun baru antara lain kawasan Kaliurang serta Prambanan. Aktivitas wisata di wilayah tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga hari pertama tahun 2026.
“Untuk tanggal 1 Januari masih ada aktivitas wisata, terutama di wilayah Pakem dan Cangkringan. Di Kaliurang masih ada kegiatan glamping, bahkan ada yang berlangsung sampai besok. Sejak kemarin sudah ada beberapa lokasi yang terpantau ramai,” ujar Edy saat ditemui di Pos Polisi Jombor, Rabu (31/12/2025) malam.
Selain kawasan wisata alam dan budaya, pusat oleh-oleh juga diprediksi menjadi tujuan wisatawan setelah merayakan tahun baru. Karena itu, Polresta Sleman tetap menyiagakan personel guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Tempat-tempat seperti Prambanan, Ibarbo, dan pusat oleh-oleh lainnya masih menjadi objek kunjungan masyarakat pada tanggal 1 Januari. Untuk itu, pengamanan sudah kami siapkan,” kata Edy.
Ia menjelaskan, pengamanan sebenarnya telah dimulai sejak malam pergantian tahun. Personel kepolisian telah diplot di berbagai titik destinasi wisata dan lokasi keramaian untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan.
Dalam pelaksanaan pengamanan, Polresta Sleman juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Polda DIY, TNI, pemerintah daerah, serta Badan Narkotika Nasional (BNN). Salah satu fokus pengawasan adalah mencegah penyalahgunaan minuman keras dan narkoba di kawasan wisata.
“Semua lokasi wisata dan keramaian sudah kami plotting. Kami dibantu Polda, TNI, instansi pemerintah, serta BNN untuk monitoring. Jika ada indikasi penggunaan miras atau narkoba, akan kami lakukan deteksi dan penindakan,” tegasnya.
Polresta Sleman mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap menjaga ketertiban serta mematuhi arahan petugas demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama libur awal tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.