Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Kamis, 24 September 2026 16:07 WIB
Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai

Potret pengerjaan rigid pavement di area Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman./Istimewa-PT Adhi Karya\r\n

Harianjogja.com, SLEMAN—Progres pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman kini mendekati 90%. Pekerjaan rigid pavement di jalur utama atau main road telah rampung dan kontraktor mulai memasuki tahap akhir pengaspalan di sejumlah bagian.

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto mengatakan capaian konstruksi hingga Kamis (24/9/2026) sudah mendekati 90%.

"Ya sudah mendekati 90%-an [pembangunan konstruksinya]," kata Agung pada Kamis (24/9/2026).

Salah satu perkembangan yang paling terlihat dalam pembangunan segmen Trihanggo-Junction Sleman adalah selesainya pekerjaan perkerasan kaku atau rigid pavement. Konstruksi beton tersebut untuk area main road telah dituntaskan.

"Yang paling mencolok kan kita rigid-nya, insyaallah baik yang di main road itu kan sudah kita laksanakan semua. Sekarang tinggal pengaspalannya yang ada di dalam," ungkapnya.

Pengaspalan Dilakukan di Sejumlah Bagian

Meski pekerjaan rigid pavement pada main road telah selesai, pengaspalan masih berlangsung di sejumlah bagian Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman.

Agung menjelaskan pola pengaspalan berbeda antara konstruksi jalan tol melayang atau elevated dengan bagian jalan tol yang dibangun sejajar permukaan tanah atau at grade.

Pada area elevated, pengaspalan dilakukan secara penuh. Sementara pada area at grade yang berada di kawasan perkampungan, pengaspalan dilakukan pada bagian sambungan jembatan.

"Kalau yang di elevated itu harus full aspal. Kalau yang di dalam [perkampungan] di at-grade itu yang diaspal cuma untuk sambungan-sambungan yang ada jembatannya," terang Agung.

Dengan demikian, penyelesaian rigid pavement pada area jalan tol di dalam perkampungan tidak serta-merta menandakan seluruh pekerjaan konstruksi pada bagian tersebut telah rampung. Masih terdapat pekerjaan pengaspalan pada bagian tertentu.

"Jembatan, itu harus diaspal. Kalau rigid yang di dalam insyaallah sudah selesai, tapi ada pekerjaan pengaspalan yang di dalam yang belum selesai," tandasnya.

Setelah Aspal, Masuk Tahap Gerbang Tol

Setelah pekerjaan pengaspalan selesai, kontraktor akan melanjutkan sejumlah pekerjaan pada bagian akhir pembangunan. Tahapan tersebut mencakup penyelesaian gedung atau gerbang tol, pemasangan rambu, penerangan jalan umum (PJU), hingga guardrail.

"Setelah pengaspalan nanti agenda selanjutnya yaitu yang kaitannya dengan gedung, yaitu gerbang tol. Setelah gerbang tol itu rambu, kemudian penerangan PJU, kemudian guardrail. Setelah itu kalau itu sudah selesai, ya alhamdulillah bisa selesai nanti," pungkasnya.

Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman sendiri menggunakan dua jenis konstruksi, yakni elevated dan at grade.

Konstruksi elevated diterapkan di area Ring Road Utara dengan jalan tol dibangun dalam posisi melayang. Sementara konstruksi at grade dikerjakan di kawasan perkampungan yang berada di wilayah Trihanggo, Tlogoadi dan Tirtoadi.

Dengan progres konstruksi yang telah mendekati 90%, pekerjaan pada segmen Trihanggo-Junction Sleman kini memasuki rangkaian tahapan akhir. Penyelesaian pengaspalan kemudian akan dilanjutkan dengan pekerjaan gerbang tol, rambu, penerangan PJU, dan guardrail.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online