148 Pegolf Ramaikan Bupati Sleman Cup, Sport Tourism Jadi Andalan
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras disertai angin kencang akhir pekan lalu menyebabkan dua bangunan sekolah negeri di Sleman rusak.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman mencatat kerusakan pada SD Negeri Banteng, Pakem, dan SMP Negeri 5 Depok. Kerusakan tersebut membuat proses pembelajaran terancam terhambat apabila tidak segera ditangani.
Kepala Disdik Sleman Mustadi menjelaskan, secara umum cuaca ekstrem memicu patahnya struktur penyangga atap yang terbuat dari kayu. Reng dan balok reng yang telah lapuk dimakan rayap menjadi mudah remuk ketika terkena rembesan air hujan.
Selain faktor pelapukan, struktur atap lama memang tidak dirancang menahan beban berat. Di SDN Banteng, misalnya, kerusakan perpustakaan terjadi seusai pohon petai tumbang dan menimpa bangunan.
“Genteng jelas pecah selain struktur atap kayu yang patah di SDN Banteng,” kata Mustadi saat dihubungi wartawan, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, hujan deras juga berpotensi memicu ambrolnya pagar sekolah bagian belakang. Curah hujan tinggi dalam durasi panjang meningkatkan debit air dan menjenuhkan tanah. Apabila daya dukung tembok tidak memadai, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan struktur. Konsentrasi aliran air pun berkaitan erat dengan sistem irigasi di lingkungan sekolah, karena irigasi yang baik menurunkan potensi ambrolan.
Terkait nilai estimasi kerugian, Mustadi menyatakan masih diperlukan perhitungan teknis. Menurutnya, hal yang paling mendesak saat ini adalah langkah perbaikan agar aktivitas sekolah tidak terganggu.
Ia berharap warga sekolah, terutama kepala sekolah, lebih tanggap terhadap kondisi bangunan masing-masing. Cuaca ekstrem masih berpotensi berlangsung, sementara Surat Keputusan (SK) Siaga Bencana berlaku hingga pekan terakhir Februari 2026, sehingga setiap kemungkinan kebencanaan perlu diwaspadai.
“Kami mengingatkan tanggung jawab kepala sekolah untuk mengawasi satuan masing-masing. Terkait perbaikan, kami bisa mengalihkan anggaran. Kami akan menggunakan APBD. Tahun ini juga kami perbaiki,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Tim Sarana dan Prasarana Disdik Sleman Ruling Yulianto mengungkapkan, SMP Negeri 5 Depok mengalami kerusakan pada balok kayu besar yang menjadi penyangga utama struktur atap atau belandar.
Ruling menjelaskan, belandar mudah patah atau hancur karena lapuk dimakan rayap. Saat hujan deras, air menambah beban pada struktur tersebut. Beruntung, bagian yang patah berada di luar ruang kelas.
Menurutnya, perbaikan khusus untuk SMP Negeri 5 Depok akan dilakukan pada 2026, dengan perkiraan biaya mencapai sekitar Rp200 juta untuk satu sekolah tersebut, seiring upaya Disdik Sleman menjaga keselamatan warga sekolah di tengah cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M