Kebiasaan Manis Berlebihan Bisa Ganggu Kinerja Otak
Konsumsi gula dan karbohidrat berlebih bisa ganggu otak dan picu masalah mental, ini penjelasannya.
Ilustrasi sesar gempa - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul dan sekitarnya, Selasa (27/1/2026) siang, dengan getaran dirasakan di sejumlah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 13.15.32 WIB dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, pada koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur.
BMKG mencatat gempa tersebut memiliki kedalaman 11 kilometer, sehingga termasuk gempa dangkal yang guncangannya relatif mudah dirasakan masyarakat di wilayah sekitar episentrum.
Intensitas gempa dirasakan pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) III di Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Magelang. Sementara itu, getaran dengan skala MMI II dirasakan di Pacitan, Solo, Trenggalek, Purworejo, serta Wonogiri.
BMKG menyampaikan bahwa informasi gempa ini merupakan hasil pembaruan data yang terus diverifikasi, dan masyarakat diimbau tetap tenang serta mengikuti rilis resmi BMKG terkait perkembangan lanjutan, termasuk kemungkinan gempa susulan di wilayah Bantul dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BMKG
Konsumsi gula dan karbohidrat berlebih bisa ganggu otak dan picu masalah mental, ini penjelasannya.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.