Gencatan Senjata Baru Disepakati, Muncul Ledakan di Kilang Minyak Iran
Ledakan guncang kilang minyak di Iran usai gencatan senjata dengan AS. Penyebab belum diketahui, situasi kawasan kembali tegang.
Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. - Foto dibuat oleh AI StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Gempa bumi bermagnitudo 4,4 mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/1/2026) siang, memicu kewaspadaan masyarakat meski belum dilaporkan adanya dampak kerusakan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat terjadi pada pukul 13.15.32 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur, atau sekitar 15 kilometer timur laut Bantul.
BMKG mencatat gempa tersebut memiliki kedalaman 11 kilometer, yang tergolong gempa dangkal dan berpotensi dirasakan di wilayah sekitar pusat gempa, termasuk sejumlah kawasan di DIY.

BMKG menegaskan informasi awal ini disampaikan untuk mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik, sehingga hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring masuknya data tambahan dari jaringan pemantauan gempa.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan gempa bumi tersebut, termasuk potensi gempa susulan maupun pembaruan data teknis yang masih terus diverifikasi oleh otoritas terkait di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BMKG
Ledakan guncang kilang minyak di Iran usai gencatan senjata dengan AS. Penyebab belum diketahui, situasi kawasan kembali tegang.
Presiden Prabowo meninjau warga terdampak gempa M7,7 di Nagekeo, NTT. BNPB mencatat 103 orang meninggal dan 1.666 luka-luka.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Bareskrim Polri membongkar sindikat penyelundupan emas ilegal ke Hong Kong dengan modus body strapping dan menangkap seorang tersangka.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali
Polisi mengungkap motif penganiayaan Triyanto hingga tewas di Pajangan, Bantul. Tiga terduga pelaku telah diamankan.