Advertisement
Gempa Pacitan Sempat Hentikan KRL Palur-Jogja di Maguwoharjo
Suasana dalam gerbong KRL Jogja - Solo. - Harian Jogja / Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan kereta api commuter line atau KRL Palur–Jogja sempat terhenti sementara di Stasiun Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogja (DIY), menyusul terjadinya gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, Selasa pagi.
KRL Jogja–Palur dengan nomor perjalanan KA 721 diketahui berhenti sebagai bagian dari prosedur keselamatan setelah gempa terjadi pada pukul 08.20 WIB. Manajer Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, menjelaskan penghentian tersebut merupakan langkah standar yang wajib dilakukan pascagempa untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api.
Advertisement
Menurut Feni, seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasional KAI Daop 6 Jogja sempat dihentikan sementara dan kembali beroperasi normal pada pukul 08.48 WIB setelah proses pemeriksaan dinyatakan selesai.
“Pemeriksaan prasarana pascagempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni Novida Saragih saat dikonfirmasi di Jogja, Selasa (27/1/2026).
BACA JUGA
Ia menambahkan, tim lapangan KAI Daop 6 Jogja langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian, mulai dari jalur rel, jembatan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan.
Setelah hasil pengecekan memastikan seluruh lintas dan jalur kereta dalam kondisi aman, perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi seperti biasa.
Selama proses pemeriksaan berlangsung, Feni menyebutkan sedikitnya 16 perjalanan kereta api sempat berhenti sementara, termasuk KRL Jogja–Palur dengan nomor perjalanan KA 712 dan KA 721.
Salah seorang penumpang KRL KA 721, Intan Martha B, mengungkapkan kereta yang ditumpanginya sempat berhenti ketika tiba di Stasiun Maguwoharjo. Informasi mengenai penghentian sementara tersebut disampaikan kepada penumpang melalui pengumuman menggunakan pengeras suara di dalam rangkaian kereta.
“Gempa tidak terasa, tapi saya tahu dari pengumuman di kereta bahwa kereta tidak bisa jalan karena ada gempa sehingga perlu dilakukan pengecekan jalur kereta,” ujar karyawan BUMN asal Solo tersebut.
Ia menuturkan, kereta yang ditumpanginya berhenti sekitar 25 menit sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 terjadi pada pukul 08.20 WIB. Episenter gempa berada di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 122 kilometer.
Gempa tersebut dirasakan di wilayah DIY dengan intensitas II MMI dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga aktivitas transportasi kembali berjalan setelah proses pengamanan dan pemeriksaan rampung dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DPR RI Mengesahkan Sembilan Anggota Ombudsman Periode 2026-2031
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Peserta CKG Bantul Terindikasi Kemungkinan Depresi
- Kasus Suami Hentikan Penjambret Berujung Damai, Pengawasan GPS Dicabut
- Modus Cari Kerja, Pemuda 19 Tahun Curi Ponsel Warung di Jetis Jogja
- Restorasi Gumuk Pasir Bantul Menjadi Fokus Penataan Pantai Selatan
- Cemburu Berujung Kekerasan, Pemuda Jogja Diserang Senjata Tajam
Advertisement
Advertisement



