Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ruang Terbuka Hijau - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja terus mengintensifkan program Jogja Tanpa Rumput sebagai upaya menata ruang publik agar tampak bersih, rapi, dan nyaman, baik bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg.
Program Jogja Tanpa Rumput menjadi bagian dari strategi pemeliharaan ruang kota yang menyasar keberadaan rumput liar, tumbuhan tak terawat, serta sampah di sepanjang ruas jalan dan trotoar. Sebagai tindak lanjut, Satpol PP Kota Jogja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menggelar kerja bakti massal di kawasan Kotabaru, Jumat (30/1/2026).
Kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan rumput liar, dedaunan kering, ranting, serta sampah organik lainnya yang berada di trotoar, bahu jalan, dan sejumlah fasilitas umum. Petugas juga menyiapkan armada kendaraan serta peralatan pendukung untuk mengangkut hasil pembersihan di lokasi kegiatan.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, mengatakan kegiatan kerja bakti massal tersebut merupakan implementasi konkret dari program Jogja Tanpa Rumput yang dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah kota.
“Fokus kami adalah membersihkan trotoar dari rumput liar sekaligus mengangkut sampah yang berada di kawasan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan rumput liar, tetapi juga meningkatkan estetika ruang kota agar lebih representatif sebagai kota tujuan wisata sekaligus tempat tinggal yang nyaman. Penanganan tidak hanya dilakukan di jalan protokol dan kawasan wisata, tetapi juga menjangkau permukiman serta ruas jalan sekunder yang menjadi bagian dari sirkulasi publik harian masyarakat.
“Rumput liar yang tumbuh di trotoar sering kali mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan menurunkan kesan rapi ruang kota apabila dibiarkan dalam waktu lama,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, juga menegaskan bahwa program Jogja Tanpa Rumput bukan semata kegiatan pembersihan fisik, melainkan menjadi sarana membangun kesadaran kolektif warga untuk ikut menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan ruang publik.
Melalui keberlanjutan program ini, Pemkot Jogja berharap wajah kota semakin tertata, bersih, dan nyaman sepanjang 2026, sekaligus mampu menjadi contoh pengelolaan ruang publik yang baik di tingkat nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.
Revitalisasi 71.744 sekolah ditargetkan pada 2027 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, rusak berat, dan daerah 3T.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 27 September 2026 naik. Cek harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Simulasi UMP 2027 jika naik 7,5%-9,5%. UMP DKI Jakarta berpotensi mencapai Rp6,27 juta berdasarkan usulan KSPI dan Partai Buruh