WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ruang Terbuka Hijau - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja terus mengintensifkan program Jogja Tanpa Rumput sebagai upaya menata ruang publik agar tampak bersih, rapi, dan nyaman, baik bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg.
Program Jogja Tanpa Rumput menjadi bagian dari strategi pemeliharaan ruang kota yang menyasar keberadaan rumput liar, tumbuhan tak terawat, serta sampah di sepanjang ruas jalan dan trotoar. Sebagai tindak lanjut, Satpol PP Kota Jogja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menggelar kerja bakti massal di kawasan Kotabaru, Jumat (30/1/2026).
Kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan rumput liar, dedaunan kering, ranting, serta sampah organik lainnya yang berada di trotoar, bahu jalan, dan sejumlah fasilitas umum. Petugas juga menyiapkan armada kendaraan serta peralatan pendukung untuk mengangkut hasil pembersihan di lokasi kegiatan.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, mengatakan kegiatan kerja bakti massal tersebut merupakan implementasi konkret dari program Jogja Tanpa Rumput yang dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah kota.
“Fokus kami adalah membersihkan trotoar dari rumput liar sekaligus mengangkut sampah yang berada di kawasan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan rumput liar, tetapi juga meningkatkan estetika ruang kota agar lebih representatif sebagai kota tujuan wisata sekaligus tempat tinggal yang nyaman. Penanganan tidak hanya dilakukan di jalan protokol dan kawasan wisata, tetapi juga menjangkau permukiman serta ruas jalan sekunder yang menjadi bagian dari sirkulasi publik harian masyarakat.
“Rumput liar yang tumbuh di trotoar sering kali mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan menurunkan kesan rapi ruang kota apabila dibiarkan dalam waktu lama,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, juga menegaskan bahwa program Jogja Tanpa Rumput bukan semata kegiatan pembersihan fisik, melainkan menjadi sarana membangun kesadaran kolektif warga untuk ikut menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan ruang publik.
Melalui keberlanjutan program ini, Pemkot Jogja berharap wajah kota semakin tertata, bersih, dan nyaman sepanjang 2026, sekaligus mampu menjadi contoh pengelolaan ruang publik yang baik di tingkat nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Lansia miskin di Kota Jogja yang kehilangan bantuan PKH berpeluang menerima bantuan ASLUM dari Pemkot Jogja sebesar Rp900.000.
KPK memastikan Febrie Adriansyah telah memakai rompi tahanan dan menerima kunjungan keluarga di Rutan Gedung Merah Putih KPK.
Istana memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak mengganggu kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.