Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Mudik gratis. - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Stimulus Lebaran 2026 yang disiapkan pemerintah diperkirakan memicu lonjakan mudik dan wisata ke DIY. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menyiapkan manajemen lalu lintas guna mengantisipasi peningkatan arus kendaraan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Wisyastuti, menyampaikan pihaknya tengah menyusun skema rekayasa lalu lintas untuk menghadapi potensi kenaikan volume kendaraan. "Masih kami persiapkan," ujarnya saat dohubungi, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, meski tren kenaikan arus mudik dan wisata diperkirakan terjadi, Dishub DIY belum bisa memproyeksikan persentase lonjakan secara rinci. Perhitungan masih menunggu koordinasi lintas instansi agar data yang dirilis akurat dan terintegrasi. "Nanti kami koordinasikan dulu," ungkapnya.
Sebagai gambaran, pada momen Lebaran 2025, Dinas Perhubungan DIY mencatat total pergerakan kendaraan mencapai 4.978.963 unit. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan Lebaran 2024 yang hanya mencatat 2.259.671 kendaraan. Kenaikan tajam itu menjadi indikator kuat bahwa DIY tetap menjadi magnet mudik sekaligus destinasi wisata favorit.
Lonjakan tersebut diperkirakan akan kembali terjadi pada Lebaran 2026 seiring kebijakan stimulus pemerintah. Sejumlah insentif disiapkan, antara lain diskon transportasi lintas moda hingga 30%, kebijakan work from anywhere (WFA), serta bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat dalam waktu bersamaan.
Dengan posisi Jogja sebagai kota tujuan mudik dan wisata, pengaturan lalu lintas, manajemen parkir, hingga pengawasan titik kepadatan menjadi fokus utama Dishub DIY menjelang Lebaran 2026. Koordinasi dengan kepolisian, pengelola transportasi, serta pemerintah kabupaten/kota juga akan menjadi bagian dari strategi pengendalian arus.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pariwisata DIY belum memberikan respons terkait proyeksi kunjungan wisata selama periode Lebaran 2026. Padahal, sektor pariwisata dan UMKM diperkirakan ikut terdampak langsung oleh kebijakan stimulus dan peningkatan mobilitas masyarakat tersebut.
Dengan tren kenaikan arus kendaraan yang hampir dua kali lipat pada tahun sebelumnya, Lebaran 2026 berpotensi menjadi momentum lonjakan mobilitas terbesar dalam dua tahun terakhir di DIY, sehingga kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas menjadi kunci kelancaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.