Polisi Buru Pengemudi Misterius Pemicu Kecelakaan Maut di Monjali
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Foto ilustrasi Operasi Patuh 2025. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Operasi Keselamatan Progo 2026 yang digelar pada 2–15 Februari mencatat capaian signifikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Polda DIY melaporkan penurunan angka tilang hingga 67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Evaluasi hingga pekan kedua menunjukkan tren positif dalam upaya penegakan disiplin berlalu lintas.
Penurunan tersebut terlihat dari jumlah pelanggar yang ditindak, yakni dari 2.507 kasus pada 2025 menjadi 836 kasus pada 2026. Selain penindakan tilang, jumlah teguran juga menyusut 22%, dari 10.803 pada 2025 menjadi 8.386 tindakan pada tahun 2026.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyampaikan bahwa capaian dalam Operasi Keselamatan Progo 2026 ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan masyarakat di jalan raya. Menurutnya, data tersebut menunjukkan adanya perubahan perilaku pengguna jalan ke arah yang lebih tertib.
Selain pelanggaran, angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Keselamatan Progo 2026 juga mengalami penurunan, dari 132 kasus pada 2025 menjadi 129 kasus pada periode yang sama tahun 2026.
“Keberhasilan menekan angka kejadian kecelakaan dan pelanggaran ini mencerminkan efektivitas personel di lapangan serta meningkatnya kepatuhan masyarakat,” tutur Ihsan pada Selasa (17/2/2026).
Walaupun secara jumlah kasus menurun, kepolisian tetap menaruh perhatian serius terhadap fatalitas kecelakaan. Selama Operasi Keselamatan Progo 2026 berlangsung, tercatat tiga korban meninggal dunia. Kondisi ini menjadi dasar bagi Polda DIY untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan patroli di titik-titik rawan kecelakaan.
“Kami menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa di wilayah Sleman dan hal ini memacu kami untuk lebih masif lagi dalam memberikan edukasi serta pengawasan di lapangan,” tutur Ihsan.
Di sisi lain, kegiatan preemtif dan preventif dalam Operasi Keselamatan Progo 2026 justru mengalami peningkatan. Jumlah penyuluhan naik 5% dengan total 28.754 kegiatan. Sementara itu, kegiatan preventif seperti pengaturan lalu lintas dan patroli meningkat 4% menjadi 21.872 kegiatan. Dukungan bantuan operasi (Banops) juga melonjak hingga 68% guna memastikan seluruh tahapan operasi berjalan optimal.
Polda DIY mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mendukung terciptanya kamseltibcarlantas di wilayah DIY. Melalui evaluasi Operasi Keselamatan Progo 2026 ini, kepolisian menegaskan komitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis, memperkuat edukasi keselamatan, serta meningkatkan pengawasan di lapangan demi menciptakan ruang jalan yang lebih aman bagi seluruh warga Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.