IHSG Anjlok 1,72 Persen, Tertekan Bursa Global dan Saham Teknologi
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) menyiapkan program imunisasi HPV untuk anak usia 11 tahun sebagai langkah pencegahan dini terhadap kanker serviks. Langkah ini mengikuti rencana Kementerian Kesehatan RI yang akan memulai pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki mulai 2027.
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bahwa program vaksinasi untuk anak laki-laki saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan persiapan. “Program untuk anak laki-laki masih dalam taraf penggodokan, persiapan, dan sosialisasi,” ujar Anung di Yogyakarta, Minggu.
Sementara itu, pelaksanaan imunisasi HPV di DIY saat ini difokuskan pada anak perempuan dan perempuan usia subur. Vaksinasi ini bertujuan mencegah infeksi human papillomavirus, salah satu faktor risiko utama kanker serviks.
“Imunisasi HPV saat ini memang masih fokus pada wanita-wanita usia subur,” kata Anung. Ia menambahkan, Dinkes DIY telah melakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten/kota dan memastikan stok vaksin dalam kondisi aman untuk mendukung kelancaran program.
Pemberian vaksin HPV pada anak usia 11 tahun dilakukan sebagai upaya pencegahan sejak dini, sebelum terjadi paparan infeksi. Pada kelompok usia ini, imunisasi dapat diberikan tanpa pemeriksaan awal seperti tes IVA atau Pap smear.
Sedangkan untuk perempuan dewasa yang ingin divaksin, prosedur kesehatan dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan tidak terdapat tanda-tanda kanker serviks. Hal ini memungkinkan penanganan segera jika ditemukan kelainan.
Menurut Anung, imunisasi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks, yang termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. “Imunisasi itu untuk pencegahan. Salah satu faktor risiko kanker serviks adalah infeksi human papillomavirus, maka dicegah lebih dulu melalui vaksinasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah akan memperluas cakupan imunisasi HPV dengan menyasar anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027. Kebijakan ini menjadi strategi nasional untuk mencegah kanker serviks, penyakit yang selama ini identik menyerang perempuan.
Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya vaksinasi sejak usia dini untuk memutus rantai penularan human papillomavirus dan menekan angka kejadian kanker serviks di Indonesia. “Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa penyakit ke pasangan,” ujar Budi saat peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.