Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik, TKDN Tembus 60 Persen
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkes DIY) menyiapkan program imunisasi HPV untuk anak usia 11 tahun sebagai langkah pencegahan dini terhadap kanker serviks. Langkah ini mengikuti rencana Kementerian Kesehatan RI yang akan memulai pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki mulai 2027.
Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bahwa program vaksinasi untuk anak laki-laki saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan persiapan. “Program untuk anak laki-laki masih dalam taraf penggodokan, persiapan, dan sosialisasi,” ujar Anung di Yogyakarta, Minggu.
Sementara itu, pelaksanaan imunisasi HPV di DIY saat ini difokuskan pada anak perempuan dan perempuan usia subur. Vaksinasi ini bertujuan mencegah infeksi human papillomavirus, salah satu faktor risiko utama kanker serviks.
“Imunisasi HPV saat ini memang masih fokus pada wanita-wanita usia subur,” kata Anung. Ia menambahkan, Dinkes DIY telah melakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten/kota dan memastikan stok vaksin dalam kondisi aman untuk mendukung kelancaran program.
Pemberian vaksin HPV pada anak usia 11 tahun dilakukan sebagai upaya pencegahan sejak dini, sebelum terjadi paparan infeksi. Pada kelompok usia ini, imunisasi dapat diberikan tanpa pemeriksaan awal seperti tes IVA atau Pap smear.
Sedangkan untuk perempuan dewasa yang ingin divaksin, prosedur kesehatan dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan tidak terdapat tanda-tanda kanker serviks. Hal ini memungkinkan penanganan segera jika ditemukan kelainan.
Menurut Anung, imunisasi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks, yang termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. “Imunisasi itu untuk pencegahan. Salah satu faktor risiko kanker serviks adalah infeksi human papillomavirus, maka dicegah lebih dulu melalui vaksinasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah akan memperluas cakupan imunisasi HPV dengan menyasar anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027. Kebijakan ini menjadi strategi nasional untuk mencegah kanker serviks, penyakit yang selama ini identik menyerang perempuan.
Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya vaksinasi sejak usia dini untuk memutus rantai penularan human papillomavirus dan menekan angka kejadian kanker serviks di Indonesia. “Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa penyakit ke pasangan,” ujar Budi saat peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.