Wisata Petik Melon Kulonprogo Buka Lagi, 500 Buah Siap Dipetik
Wisata petik melon di Bugel, Kulonprogo, kembali buka Jumat 11 September 2026. Sebanyak 500 melon premium siap dipetik pengunjung.
Sinkhole di Dusun Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, yang kembali muncul sejak Rabu (Rabu, 25/2/2026), ditangani sementara oleh warga setempat secara swadaya dengan menutup lubang menggunakan terpal. - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sinkhole atau lubang besar kembali muncul di Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo Rabu pagi (Rabu, 25/2/2026), di lokasi yang sama dengan kejadian tanah amblas pada 2023 lalu.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menyiapkan pemeriksaan teknis seusai menerima laporan warga untuk menentukan penanganan lanjutan.
Tanah amblas tersebut pertama kali diketahui warga pada Rabu pagi dan langsung ditangani sementara secara swadaya untuk mencegah kerusakan semakin meluas.
Dukuh Popohan, Restu Bayu Permadi, mengatakan diameter sinkhole saat ini sekitar tiga meter dengan kedalaman yang terlihat dari permukaan sekitar lima meter. Namun, warga khawatir lubang tersebut akan semakin membesar karena curah hujan masih tinggi.
“Kami khawatir lubangnya bertambah besar karena cuaca yang hujan. Waktu 2023 juga awalnya segitu tetapi terus bertambah lebar,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (Kamis, 26/2/2026).
Ia menjelaskan pada kejadian 2023 lalu, hasil penelitian akademisi menunjukkan kedalaman sinkhole mencapai sekitar 50 meter. Seusai kejadian tersebut, area sempat ditimbun menggunakan alat berat hingga permukaannya dinaikkan sekitar satu meter.
“Itu dulu sudah ditimbun rata dan dinaikkan satu meter dari permukaan. Lah kok sekarang 2026 malah kejadian lagi seperti 2023 amblas lagi,” lanjutnya.
Restu Bayu mengakui wilayah Popohan memang berada di kawasan dengan kondisi tanah bergerak. Faktor hujan yang sering terjadi belakangan ini juga dinilai mempercepat potensi amblesan.
Sebagai langkah antisipasi, warga melakukan kerja bakti dengan menutup lubang menggunakan terpal agar tanah tidak semakin tergerus air hujan. Selain itu, dibuat pula drainase darurat berupa parit melingkar untuk mengalihkan aliran air agar tidak masuk ke titik sinkhole.
Menurutnya, langkah tersebut hanya bersifat sementara sambil menunggu penanganan dari pemerintah daerah.
“Kami sudah melaporkannya ke BPBD dan Kalurahan Banjararum, saat ini warga Popohan sedang menunggu tim BPBD untuk melakukan pemeriksaan teknis agar ada penanganan yang permanen,” jelasnya.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kemunculan sinkhole tersebut dan segera menjadwalkan pengecekan lapangan. “Dijadwalkan hari ini kami melakukan assessment ke lokasi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata petik melon di Bugel, Kulonprogo, kembali buka Jumat 11 September 2026. Sebanyak 500 melon premium siap dipetik pengunjung.
Beasiswa Cendekia Baznas 2026 dibuka di 246 kampus. Mahasiswa bisa mendapat subsidi UKT hingga Rp7 juta per semester.
Trump membuka peluang produsen mobil listrik China membangun pabrik di AS dengan syarat mempekerjakan tenaga kerja Amerika.
Bek PSS Sleman Christophe Nduwarugira tak gentar menghadapi Dimitar Mitkov yang mencetak brace pada laga debutnya bersama Madura United.
DPRD DIY menyoroti relasi kuasa dalam dugaan kekerasan seksual di pesantren dan meminta mekanisme pengaduan korban diperkuat.
LPS menjamin dana nasabah 13 bank yang ditutup sepanjang 2026 dibayar dalam lima hari, sesuai ketentuan penjaminan.