38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, Perbaikan Dikebut
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Kapolsek Wonosari Kompol Tri Wibawa saat menunjukan tabung gas hasil curian pasutri asal Kalasan, Sleman di Mapolres Gunungkidul, Jumat (27/2/2026). - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasangan suami istri asal Kalasan, Sleman, ditangkap polisi seusai terbukti melakukan pencurian tabung gas elpiji di delapan lokasi wilayah Wonosari. Polisi mengungkap pelaku telah menggasak puluhan tabung gas melon sejak awal 2026 dengan motif ekonomi.
Kapolsek Wonosari, Komisaris Polisi (Kompol) Tri Wibawa menjelaskan pengungkapan kasus pencurian tabung gas elpiji tersebut bermula saat kedua pelaku hendak beraksi di sebuah warung makan di Jalan Wonosari–Semanu pada Senin, (10/2/2026). Pelaku berinisial SR (53) bertugas sebagai eksekutor yang mengambil tabung gas elpiji tiga kilogram di lokasi tersebut.
Namun, saat berhasil masuk ke dalam warung, ternyata masih terdapat seorang penjaga di dalamnya. Penjaga tersebut spontan berteriak meminta pertolongan sehingga warga berdatangan ke lokasi kejadian.
Meski sempat berusaha melarikan diri, pasangan suami istri tersebut akhirnya berhasil diamankan warga bersama sejumlah barang bukti berupa tabung gas.
"Cara membuka warung dengan merusak kunci pintu menggunakan palu dan obeng. Setelah keduanya ditangkap, warga langsung menghubungi petugas untuk kemudian dibawa ke Polsek Wonosari," kata Tri Wibawa, Jumat, (27/2/2026).
Dari hasil pemeriksaan, diketahui kedua pelaku memiliki peran berbeda dalam setiap aksi pencurian. Sang suami berperan sebagai pelaku utama yang mengambil tabung gas, sedangkan istrinya SH (41) bertugas mengawasi dan mengamati situasi di sekitar lokasi.
Polisi juga mengungkap bahwa sejak awal 2026, keduanya telah melakukan pencurian di delapan lokasi berbeda dengan total 28 tabung gas elpiji tiga kilogram. Sebanyak 14 tabung di antaranya merupakan milik pedagang gorengan di Kalurahan Siraman, Wonosari.
Selain itu, di sebuah warung makan Padang di Kalurahan Wonosari terdapat tiga tabung yang dicuri. Adapun di Kalurahan Wareng terdapat tiga lokasi dengan total tujuh tabung gas.
"Keduanya juga beraksi di Kalurahan Kepek, Wonosari dan wilayah di Karangmojo," katanya.
Tri Wibawa menambahkan sebagian tabung gas hasil curian telah dijual di wilayah Bantul dan Sleman dengan harga berkisar Rp115.000 hingga Rp145.000 per tabung.
"Total yang berhasil kita amankan ada 28 tabung," katanya.
Saat diperiksa, pelaku mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk membayar pinjaman kepada rentenir. Sebagian hasil penjualan juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Gunungkidul, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Subarsana menambahkan petugas tidak hanya mengamankan pelaku dan barang bukti tabung gas, tetapi juga sepeda motor Honda Beat yang digunakan saat melakukan aksi pencurian.
"Kedua pelaku dijerat Pasal KUHP 477 Ayat 1 Huruf (f) dan (g) jo Pasal 127 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara," katanya.
Pengungkapan kasus pencurian tabung gas elpiji di Wonosari ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan serupa di lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.