Kalurahan di Gunungkidul Wajib Sisihkan Dana Desa untuk Padat Karya
Kalurahan di Gunungkidul wajib mengalokasikan dana desa untuk program padat karya pada 2026. Program ini ditujukan untuk menyerap tenaga kerja lokal.
Hujan es - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Cuaca ekstrem berupa hujan es dan angin kencang melanda Kapanewon Semin, Selasa (3/3/2026) siang. Dampaknya, puluhan rumah dilaporkan rusak dan belasan pohon tumbang di sejumlah kalurahan.
Carik Rejosari, Sabrina Wulandari, mengatakan hujan es berlangsung sekitar sepuluh menit dengan suara yang berbeda dari hujan biasa.
“Hujan es terjadi sekitar sepuluh menit. Suara hujan memang terdengar agak berbeda dari biasanya dan setelah dicek ada es yang jatuh dari langit,” kata Sabrina saat dihubungi wartawan, Selasa malam.
Ia menjelaskan butiran es berukuran kecil menyerupai kerikil dengan suhu sangat dingin. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang.
“Hujannya memang lebat karena juga disertai dengan angin kencang. Sejumlah pohon pun dilaporkan tumbang akibat terjadinya cuaca ekstrem ini,” katanya.
Salah satu wilayah terdampak berada di Padukuhan Bedil Kulon. Warga bersama relawan Kalurahan Siaga Bencana bergerak cepat melakukan evakuasi pohon tumbang.
“Berkat kesiapsiagaan warga dibantu dengan tim relawan Kalurahan Siaga Bencana di Rejosari, pohon tumbang dapat terevakuasi dengan baik,” katanya.
Puluhan Rumah Rusak
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengungkapkan dampak terparah dirasakan warga di Kapanewon Semin. Sebaran kerusakan meliputi Kalurahan Bendung, Kalurahan Semin, hingga Kalurahan Pundungsari.
Data sementara mencatat puluhan rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang maupun terjangan angin kencang. Di Kalurahan Pundungsari terdapat 10 rumah rusak, di Kalurahan Semin enam rumah rusak, sedangkan di Kalurahan Bendung dua rumah mengalami kerusakan.
Selain kerusakan bangunan, belasan pohon dilaporkan tumbang, baik di pekarangan warga maupun melintang di jalan.
“Terus kami data terkait dengan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi di Semin,” katanya.
BPBD langsung menerjunkan personel untuk melakukan pendataan dan asesmen di lokasi terdampak. Bantuan logistik juga disiapkan untuk warga yang membutuhkan.
“Potensi terjadinya cuaca ekstrem masih sangat mungkin sehingga masyarakat diminta untuk terus waspada dan berhati-hati saat beraktivitas,” katanya.
Imbauan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Untuk mengurangi risiko, BPBD mengimbau warga memangkas dahan dan ranting pohon yang rindang atau telah lapuk guna mencegah pohon tumbang di sekitar rumah.
“Saat terjadi hujan deras, kami juga mengimbau kepada masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar atau beraktivitas di daerah rawan longsor maupun di dekat sungai,” katanya.
Cuaca ekstrem di Semin ini menjadi pengingat bagi masyarakat Gunungkidul untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan hujan es dan kerusakan infrastruktur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan di Gunungkidul wajib mengalokasikan dana desa untuk program padat karya pada 2026. Program ini ditujukan untuk menyerap tenaga kerja lokal.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin (13–15 Juni 2026) ini, mengangkat tema Nyawiji Dadi Siji, Panjaga Nusantara dan wajib diikuti oleh selur
Prahdiska Bagas Shujiwo menyingkirkan Lee Zii Jia, sementara Muhamad Yusuf melaju mulus ke babak 16 besar Macau Open 2026.
Dinkes Bantul menargetkan 460 ribu warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 melalui strategi jemput bola ke komunitas dan instansi.
Lionel Messi mencetak hattrick pertama di Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose.
Pemkot Jogja menaikkan kuota afirmasi SPMB SMP 2026 menjadi 25 persen untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa KSJPS dan disabilitas.