Tragedi di Parangtritis Istri Tikam Suami di Losmen
Istri diduga tikam suami di losmen Parangtritis, Bantul. Polisi amankan pelaku dan selidiki motif KDRT.
Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, BANTUL—Potensi cuaca ekstrem Bantul masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi. Imbauan ini disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Bantul.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin menegaskan masyarakat perlu memantau perkembangan cuaca dan melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama saat hujan deras yang disertai angin kencang terjadi.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama. Karena kemungkinan besar, cuaca ekstrem masih terus berlanjut. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, peringatan tersebut merujuk pada informasi BMKG yang menyebut potensi hujan deras disertai angin kencang masih dapat terjadi di wilayah Bantul dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut Mujahid, masyarakat diharapkan menghindari lokasi berisiko ketika cuaca ekstrem berlangsung, seperti berada di dekat pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang kondisinya rapuh. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan lereng bukit juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi cukup lama.
“Bila hujan turun lebih dari satu jam tanpa henti, warga yang berada di daerah rawan diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini,” katanya.
BPBD Bantul juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan faktor keselamatan di dalam rumah, salah satunya dengan memantau instalasi listrik secara berkala guna mencegah risiko tambahan saat cuaca ekstrem terjadi.
Selain itu, warga yang berkendara diminta lebih berhati-hati ketika hujan lebat turun karena jarak pandang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
“Ketika berkendara, hindari memaksakan perjalanan jika jarak pandang terbatas akibat hujan deras. Carilah tempat berteduh yang aman, bukan di bawah jembatan layang atau pohon,” ujar dia.
Mujahid menambahkan BPBD Bantul akan terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi wilayah dan siap melakukan langkah penanganan apabila terjadi kejadian darurat akibat cuaca ekstrem Bantul.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengungkapkan kejadian cuaca ekstrem Bantul pada Rabu (18/2/2026) lalu berdampak di 85 titik dengan jenis bencana beragam.
"Mayoritas pohon tumbang dengan dua korban luka-luka. Salah satu korban terkena runtuhan atap, kalau yang di Banguntapan terkena pohon tumbang," ungkapnya.
Antoni menegaskan status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, serta Angin Kencang di Bantul masih berlaku hingga Kamis (24/4/2026), sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem Bantul yang masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Istri diduga tikam suami di losmen Parangtritis, Bantul. Polisi amankan pelaku dan selidiki motif KDRT.
Jadwal AVC Men’s Champions League 2026 hari ini menghadirkan duel Jakarta Bhayangkara Presisi vs Zhaiyk VC di Pontianak.
Oxford United melepas 10 pemain usai degradasi. Ole Romeny aman hingga 2028, sementara kontrak Marselino Ferdinan segera habis.
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.