Ratusan Galon Bekas Disulap Jadi Media Tanam Padi, DPRD Jogja Minta Ditiru
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang melanda wilayah DIY pada Selasa (3/3/2026). Fenomena yang terjadi sejak pukul 12.36 WIB dan diperkirakan berlangsung hingga 23.25 WIB itu memicu sejumlah kejadian di beberapa kabupaten/kota.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, dalam Situation Report (Sitrep) per pukul 21.00 WIB menyebut dampak paling signifikan terjadi di Kabupaten Gunungkidul.
"Secara umum potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di wilayah DIY dan menimbulkan beberapa dampak kejadian di sejumlah titik," katanya, Rabu (4/3/2026).
Gunungkidul Catat 20 Titik Kejadian
Di Kabupaten Gunungkidul, cuaca ekstrem tercatat terjadi di 20 titik, mayoritas berada di Kapanewon Semin. Dampaknya meliputi 22 kejadian pohon tumbang, 18 unit rumah terdampak, tiga akses jalan terganggu, serta satu warung atau tempat usaha mengalami kerusakan.
Estimasi kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp50 juta.
Dampak di Kota Jogja dan Bantul
Sementara itu, di Kota Jogja kejadian dilaporkan terjadi di satu titik di Kemantren Kotagede. Dampaknya berupa satu pohon tumbang, satu akses jalan terdampak, serta satu warung mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Bantul, cuaca ekstrem terjadi di satu titik di Kapanewon Sewon. Dampak yang tercatat meliputi satu pohon tumbang, satu jaringan listrik terdampak, dan satu akses jalan mengalami gangguan.
Kulonprogo Longsor, Sleman Nihil Laporan
Di Kabupaten Kulonprogo, hujan deras menyebabkan tanah longsor pada galengan rumah warga dan satu rumah tertimpa pohon tumbang.
Adapun Kabupaten Sleman hingga laporan ini disusun dinyatakan nihil informasi kejadian.
BPBD Lakukan Penanganan dan Imbau Waspada
BPBD DIY bersama instansi terkait telah melakukan assessment di lokasi terdampak, koordinasi lintas sektor, pemenuhan kebutuhan logistik, serta penanganan langsung di lapangan.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang dan gangguan infrastruktur," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Presiden Prabowo merombak kabinet pada 1 Oktober 2026. Bahlil, Sugiono, Dudung, Sarmuji, hingga Listyo Sigit mendapat posisi baru.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.