DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat di awal 2026 ada penyebaran DBD sebanyak 96 kasus. Masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan, Wanda Abrar mengatakan, tren penyebaran penyakit DBD di masyarakat dalam tren menurun. Hal ini terlihat dari data temuan kasus dalam dua bulan awal di 2026.
Ia mencatat, pada Januari lalu terdapat kasus sebanyak 60 warga yang dinyatakan Tekena DBD. Adapun Februari lalu terdapat tambahan sebanyak 30 kasus.
Dia mengklaim, temuan kasus lebih sedikit ketimbang periode sama di 2025. Januari tahun lalu tercatat ada sebanyak 396 kasus dan Februari mencapai 185 kasus.
“Secara total Januari dan Februari [2026] ada 90 kasus. Ini jauh turun dibandingkan kasus sama di 2025 lalu,” kata Wanda, Jumat (6/3/2026).
Hingga saat ini, juga tidak ada temuan kasus DBD yang mengakibatkan warga Gunungkidul meninggal dunia. Meski data penyebaran kasus ada penurunan, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap mewasadai sebaran penyakit nyamuk aedes aegypti ini.
“Tetap harus diwaspadai dan salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam pencegahan dengan terus menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono menambahkan, terus melakukan sosialisasi terhadap pencegahan penyakit DBD. Salah satunya melalui Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas) dengan melibatkan kader-kader Kesehatan di Tingkat kalurahan.
“Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat [PHBS] serta rutin berolahraga dan makan-makanan bergizi sangat penting untuk menjaga Kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Selain itu, untuk mengurangi risiko terjangkit juga dilakukan upaya Gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Diharapkan ada upaya pemantauan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dengan melakukan pemberantasan jentik nyamuk sehingga angka bebas jentik paling sedikit 95%.
Ia menambahkan, Masyarakat sudah mengetahui cara penanggulangan mulai dengan menutup tempat-tempat wadah air, menguras hingga mengubur benda-benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Adanya aksi nyata dalam penanggulangan sebagai upaya menekan laju penyebaran sehingga kasusnya bisa semakin terkendali.
“Ini penting agar pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD bisa terus ditekan. Jadi, upaya penanggulangan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tapi warga harus ikut berperan aktif agar upaya pencegahan maksimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.