Jadwal Bus Wisata KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 29 Agustus 2026
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 29 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Unisa Yogyakarta menyiapkan laboratorium stem cell yang ditargetkan beroperasi Juli–Agustus 2026 untuk mendukung riset regenerative medicine. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) tengah menyiapkan fasilitas laboratorium stem cell yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Laboratorium ini disiapkan sebagai pusat penelitian pengobatan regeneratif yang dipandang sebagai salah satu arah perkembangan dunia medis di masa depan.
Fasilitas tersebut juga diharapkan dapat memperluas peluang masyarakat untuk mengakses teknologi kesehatan yang selama ini masih tergolong mahal.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional Unisa Yogyakarta, Ali Imron, menjelaskan pembangunan gedung laboratorium saat ini masih berlangsung dan ditargetkan dapat mulai digunakan sekitar Juli hingga Agustus 2026.
“Sekarang gedungnya sedang dibangun, dan InsyaAllah sekitar Juli kita bisa running untuk pembukaan laboratorium stem cell di Unisa Yogyakarta,” kata Ali Imron saat agenda media gathering di Sleman, Senin (9/3/2026).
Ia menilai kehadiran laboratorium tersebut akan menjadi langkah strategis bagi Unisa dalam memperkuat pengembangan riset di bidang kedokteran serta ilmu kesehatan, terutama yang berkaitan dengan terapi regeneratif.
Menurutnya, teknologi stem cell merupakan salah satu komponen penting dalam pengembangan future medicine, yaitu pendekatan pengobatan yang berfokus pada perbaikan atau penggantian sel tubuh yang rusak dengan sel baru.
“Future medicine salah satunya adalah regenerative medicine. Artinya, kalau kita tidak menuju ke sana, kita akan ketinggalan,” ujarnya.
Imron menambahkan penerapan terapi berbasis stem cell di Indonesia harus melalui tahapan penelitian laboratorium sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu laboratorium yang sedang dibangun di Unisa akan difungsikan sebagai pusat riset sebelum terapi diberikan kepada pasien.
Fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai program studi kesehatan di lingkungan Unisa Yogyakarta, sekaligus menjadi sarana pengembangan penelitian ilmiah di bidang bioteknologi dan ilmu kesehatan lainnya.
Saat ini, lanjutnya, jumlah laboratorium stem cell di Indonesia masih sangat terbatas, yakni sekitar delapan fasilitas yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Ini fasilitas pendukung untuk penelitian. Oleh prodi-prodi kesehatan bisa dipakai,” katanya.
Selain untuk kepentingan akademik, keberadaan laboratorium tersebut juga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis yang selama ini masih bergantung pada produk impor dengan biaya yang tinggi.
Ia mencontohkan beberapa terapi turunan stem cell untuk penyakit tertentu seperti diabetes mellitus masih menggunakan produk dari luar negeri dengan biaya yang sangat mahal.
“Sekali injeksi bisa sampai sekitar Rp225 juta. Prinsip kita di Unisa Yogyakarta, teknologi kesehatan tidak boleh hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan laboratorium stem cell di berbagai daerah dapat terus bertambah sehingga teknologi terapi regeneratif menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Semakin banyak laboratorium dibangun, aksesibilitas masyarakat akan semakin tinggi dan harga bisa ditekan sehingga lebih banyak orang bisa menikmati manfaatnya,” jelasnya.
Selain pembangunan fasilitas riset tersebut, Unisa Yogyakarta juga mulai membuka Program Magister Fisioterapi pada tahun akademik ini. Program tersebut memiliki konsentrasi regenerative fisioterapi yang selaras dengan arah pengembangan penelitian stem cell di kampus tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 29 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang
Bala Mataram Rescue yang tumbuh dari suporter PSIM kini memiliki ambulans sendiri berkat bantuan Brajamusti Rantau untuk misi kemanusiaan
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.