Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi siswa SMP - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 7.993 siswa tingkat SMP di Gunungkidul dijadwalkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026. Ujian yang menjadi bagian dari pengukuran capaian akademik siswa secara nasional tersebut akan digelar untuk pertama kalinya pada tahun ini.
Dinas Pendidikan Gunungkidul menetapkan pelaksanaan TKA tingkat SMP berlangsung pada 6–16 April 2026, sedangkan pelaksanaan untuk tingkat SD dijadwalkan pada 20–30 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, pelaksanaan ujian TKA memang akan dimulai bulan depan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, jumlah peserta untuk jenjang SMP tercatat mencapai 7.993 siswa yang seluruhnya berasal dari kelas IX di berbagai sekolah di Gunungkidul. “Semua siswa kelas IX dipastikan ikut di ujian TKA,” kata Nunuk, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut pelaksanaan TKA perdana tersebut. Selain proses pendataan peserta yang telah rampung, para siswa juga sudah menjalani berbagai latihan, termasuk tryout, guna mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Secara konsep, penyelenggaraan TKA memiliki kemiripan dengan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang terakhir dilaksanakan pada 2025. Namun, tes ini tidak menjadi penentu kelulusan siswa, melainkan berfungsi sebagai salah satu syarat dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Menurut dia, hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam melanjutkan pendidikan, terutama bagi siswa yang ingin masuk melalui jalur prestasi.
“Jadi TKA bukan untuk menentukan kelulusan. Tapi, sebagai asesmen standarisasi nasional untuk mengukur capaian akademik para siswa,” katanya.
Persiapan serupa juga dilakukan oleh sejumlah sekolah di Gunungkidul, salah satunya di SMP Negeri 2 Wonosari. Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati mengatakan, pihak sekolah telah menyiapkan berbagai langkah menjelang pelaksanaan ujian pada awal April mendatang.
Di sekolah tersebut terdapat 210 siswa kelas IX yang seluruhnya dipastikan mengikuti TKA.
Menurut dia, persiapan tidak hanya dilakukan melalui penguatan materi pelajaran yang akan diujikan, tetapi juga melalui kegiatan tryout untuk melatih kemampuan siswa serta membiasakan mereka dengan pola soal ujian.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah dapat memantau perkembangan kemampuan siswa sekaligus mengukur kesiapan mereka menjelang pelaksanaan TKA. Selain itu, hasil tryout juga menjadi bahan evaluasi bagi para guru untuk melihat efektivitas proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini.
“Untuk mata pelajaran yang diujikan ada Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.
UNS Surakarta juara Campus League Badminton 2026 setelah menaklukkan BINUS dalam drama tiga set. UNS juga meraih gelar ganda putra.