Sebulan, Lansia Gunungkidul Curi Belasan Sepeda di Sleman dan Bantul
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono dan Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at ditemui di Polda DIY pada Kamis (12/3/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan 21 drone untuk memantau pergerakan lalu lintas selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Perangkat udara tanpa awak tersebut akan digunakan untuk mengambil citra udara di berbagai simpul kepadatan kendaraan.
Kapolda DIY Anggoro Sukartono mengatakan jumlah drone yang dioperasikan pada Lebaran tahun ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan saat pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.
“Polda menggunakan 21 drone. Kalau Nataru kita menggunakan 11 dan itu berhasil untuk mendeteksi titik-titik rawan,” kata Anggoro, Kamis (12/3/2026).
Pantau Kemacetan Secara Real Time
Menurut Anggoro, penggunaan drone memungkinkan kepolisian memperoleh informasi kondisi lalu lintas secara real time dari udara. Informasi tersebut dapat langsung diteruskan kepada masyarakat sekaligus menjadi acuan bagi petugas di lapangan untuk bertindak cepat ketika terjadi kemacetan.
“Bisa digunakan untuk live sehingga informasi ini bisa diteruskan pada masyarakat. Jadi kami bisa melihat pada waktu yang real situasi apabila terjadi kemacetan,” ujarnya.
Dengan pemantauan langsung tersebut, diharapkan potensi konflik atau emosi pengguna jalan akibat kemacetan juga dapat diminimalkan.
Bantu Tim Urai di Lapangan
Drone yang diterbangkan juga akan membantu tim urai kemacetan maupun petugas di pos pantau terdekat untuk segera mengambil tindakan jika terjadi penumpukan kendaraan.
“Penggunaan drone ini untuk mempercepat tim urai atau pos-pos terdekat melihat simpul-simpul yang berpotensi menimbulkan kerawanan atau kemacetan,” jelas Anggoro.
Dipantau dari Command Center
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda DIY Arie Prasetya Syafa'at menjelaskan seluruh data dan citra yang dikirimkan drone akan masuk ke Command Center atau Back Office Smart Province DIY untuk dianalisis.
Informasi tersebut kemudian akan diolah oleh tim humas Polda DIY sebelum disebarkan kepada masyarakat.
Drone akan diterbangkan di 21 titik yang telah dipetakan, mulai dari simpang jalan, kawasan wisata hingga lokasi keramaian seperti pusat kuliner dan toko oleh-oleh.
Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain Simpang Maguwo, simpang-simpang di sepanjang Ring Road Yogyakarta, hingga kawasan Tugu Yogyakarta.
Koordinasi dengan Bandara Adisutjipto
Untuk pemantauan di jalur Jalan Jogja–Solo, kepolisian akan berkoordinasi dengan Bandara Adisutjipto. Pasalnya kawasan tersebut termasuk zona merah penerbangan drone.
Arie mengatakan pemantauan di ruas jalan tersebut cukup menantang karena selain menjadi jalur arteri utama, kawasan tersebut juga dipenuhi titik pemberhentian kendaraan seperti restoran hingga pusat oleh-oleh.
“Karena di situ banyak warung makanan dan tempat oleh-oleh. Jadi volume kendaraan tidak hanya dihitung dari kendaraan yang berjalan, tetapi juga dari titik-titik orang berhenti,” katanya.
Dengan dukungan pemantauan udara ini, kepolisian berharap arus lalu lintas selama Lebaran di wilayah DIY dapat dipantau lebih akurat sehingga penanganan kemacetan bisa dilakukan lebih cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
WhatsApp stop dukung iPhone 5s, Samsung Galaxy S4, dan 10 ponsel lawas lainnya. Syarat minimum naik September & November 2026. Cek daftar lengkapnya.
Semifinal Spanyol vs Prancis di Piala Dunia 2026 memanas. Rodri minta Yamal tenang, Konate ogah terpancing provokasi. Laga diprediksi taktis & ketat.
Kenali 10 tanda gangguan kejiwaan yang sering diabaikan, mulai dari kecemasan berlebihan hingga pikiran bunuh diri. Deteksi dini penting untuk mencegah kondisi
emerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah di wilayahnya.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.