Gandeng UGM, PDAM Sleman Uji Deteksi Kebocoran Pakai Satelit
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Kepala Bebadan Pangreksa Loka Keraton Yogyakarta, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo.ist
Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan wisatawan diperkirakan terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur Lebaran 2026. Kepala Bebadan Pangreksa Loka Keraton Yogyakarta, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, mengajak para pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan agar kawasan wisata tetap nyaman selama masa libur Idulfitri.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul tingginya mobilitas wisatawan yang diperkirakan masuk ke wilayah DIY selama periode libur Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah. Menurut Marrel, partisipasi wisatawan sangat penting untuk menjaga citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang bersih dan ramah.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata DIY, diperkirakan sekitar 8,2 juta orang akan masuk ke wilayah DIY selama masa libur Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,7 juta wisatawan diproyeksikan mengunjungi berbagai destinasi wisata di provinsi tersebut.
Sementara itu, data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY menunjukkan potensi lonjakan volume sampah selama musim libur Lebaran dapat meningkat hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.
Menanggapi kondisi tersebut, Marrel yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DIY sekaligus dikenal sebagai pemerhati lingkungan mengajak wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan wisata.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada wisatawan yang akan berlibur di DIY. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar DIY tetap bersih dari sampah, nyaman, dan menyenangkan untuk semua,” ujar Mas Marrel, Minggu (15/3/2026) ditemui usai rapat di Kantor BPL.
Mas Marrel menegaskan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah maupun petugas kebersihan, tetapi juga seluruh pihak yang menikmati aktivitas wisata di Yogyakarta.
Menurut dia, kesadaran sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dapat membantu menjaga wajah Yogyakarta sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia.
Selain kepada wisatawan, Marrel juga mengingatkan pelaku usaha wisata dan pengelola destinasi agar menyiapkan fasilitas pendukung yang memadai, terutama penyediaan tempat sampah serta sistem pengelolaan sampah yang baik.
“Pelaku wisata juga perlu menyediakan tempat sampah yang cukup dan memastikan sampah dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan,” katanya.
Sebagai informasi, pada musim libur panjang di tahun-tahun sebelumnya, volume sampah di DIY kerap mengalami peningkatan signifikan hingga mendekati separuh dari kondisi normal. Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan yang lebih serius agar tidak terjadi penumpukan sampah, terutama di titik-titik destinasi wisata yang dipadati pengunjung selama libur Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Penembakan terjadi sekitar 500 meter dari pintu masuk FBLB 2026 di Walesi. Dua warga sipil terluka dan dirawat di RSUD Wamena.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
BPS menyebut Sensus Ekonomi 2026 penting untuk memperbarui data ekonomi, termasuk memetakan kondisi UMKM di tengah pertumbuhan bisnis digital.
Redmi 17 5G resmi meluncur di China dengan layar 6,9 inci 120Hz, baterai 6.300 mAh, HyperOS 3, dan harga mulai Rp2,6 juta.