Kasus Kematian Naura di RSUD Prambanan Berakhir Damai
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.
Potret aktivitas di Rumah Parcel Jogja di Ngaglik Sleman pada Kamis (5/3/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Permintaan hantaran atau parsel Lebaran di wilayah Kabupaten Sleman mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan memasuki bulan Maret 2026.
Rumah Parcel Jogja yang berlokasi di Ngaglik, Sleman, mencatat lebih dari 700 paket telah dipesan konsumen sejak Februari lalu, dengan prediksi lonjakan permintaan yang akan terus terjadi hingga mendekati hari raya.
Di balik gerbang sebuah hunian berwarna putih yang tampak tenang, tangan-tangan terampil para pekerja sibuk merangkai ribuan parsel secara manual (handmade).
Tanpa bantuan mesin, mereka menyusun beragam komoditas mulai dari bahan makanan hingga set keramik pecah belah dengan standar estetika yang tinggi demi menjaga kepuasan pelanggan.
Salah seorang perangkai parsel, Ratri, mengungkapkan bahwa ketelitian dan kesabaran menjadi kunci utama dalam proses kreatif ini, terutama saat menangani parsel berbahan keramik.
"Paling [yang sulit] sama waktu nyusun parsel keramik. Karena keramik ya jadi harus hati-hati biar enggak retak atau pecah," ujar Ratri saat ditemui pada Kamis (5/3/2026).
Ratri menjelaskan, tingkat kesulitan akan bertambah saat dirinya harus menyusun set keramik pada keranjang rotan bertingkat tiga karena risiko kerusakan yang jauh lebih tinggi.
Dalam sehari, seorang pekerja mampu menghasilkan 10 hingga 12 parsel ukuran kecil, namun untuk varian keramik murni, mereka hanya sanggup merakit sekitar 5 sampai 6 paket guna memastikan keamanan barang.
Proses pembuatan satu paket hantaran ini membutuhkan waktu berkisar antara 30 menit untuk ukuran kecil hingga 1,5 jam untuk desain yang besar dan rumit.
Peralatan yang digunakan cukup sederhana namun fungsional, seperti lem tembak, gunting, kardus alas, hingga hiasan bunga artifisial dan kain tile yang disulap menjadi kemasan elegan bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Ita Lusiana, perwakilan Social Media Management Rumah Parcel Jogja, menyebutkan bahwa tahun ini pihaknya menawarkan 46 desain parsel terbaru yang mencakup kategori makanan, sembako, alat salat, hingga buah-buahan.
Harga yang ditawarkan pun cukup variatif, mulai dari Rp150.000 hingga Rp1,5 juta per paket, dengan produk kategori Rp500.000 sebagai varian yang paling banyak diminati baik oleh perorangan maupun korporasi.
"Pilihannya lebih banyak, ada 46 [desain] khusus untuk parsel ini. Masih ada pilihan untuk parsel buah itu juga masih ada beberapa, alat salat, hampers itu juga masih ada," tandas Ita.
Saat ini, layanan pengiriman difokuskan untuk area DIY dan sekitarnya, meliputi Sleman, Kota Jogja, hingga wilayah terjauh seperti Magelang, Kulonprogo, dan Gunungkidul.
Pihak pengelola berencana membuka pemesanan maksimal hingga H-4 Lebaran, dengan target mampu melampaui pencapaian tahun lalu yang berhasil mendistribusikan sebanyak 1.500 paket parsel selama periode Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.
Bank Jateng meraih penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 dalam kategori Top Digital Application - Regional Banking
Pemkab Sleman memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas meski transfer ke daerah turun. Program bantuan masyarakat tetap berjalan.
Belanja pegawai Kota Jogja mencapai sekitar 30 persen APBD. Hasto Wardoyo memastikan gaji ASN dan PPPK tidak akan dipotong.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot segera menghidupkan Pasar Sentul dan Terban yang masih sepi melalui strategi pengelolaan dan penataan pasar.
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.