SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (18/3/2026) didominasi cuaca cerah. Kondisi ini dinilai mendukung aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan mudik.
Cuaca cerah diperkirakan berlangsung sejak pagi hingga malam hari di seluruh wilayah DIY. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mewaspadai potensi hujan yang dapat terjadi pada siang hingga sore hari, khususnya bagi pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Prakiraan Cuaca DIY Rabu (18/3/2026)
Kota Yogyakarta
Cuaca: Cerah
Suhu: 24–30 °C
Kelembaban: 61–91%
Sleman
Cuaca: Cerah
Suhu: 24–30 °C
Kelembaban: 59–88%
Bantul
Cuaca: Cerah
Suhu: 25–30 °C
Kelembaban: 63–95%
Kulon Progo
Cuaca: Cerah
Suhu: 24–30 °C
Kelembaban: 63–92%
Gunungkidul
Cuaca: Cerah
Suhu: 25–31 °C
Kelembaban: 67–99%
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap memantau perkembangan cuaca terkini, terutama pada periode peralihan siang ke sore hari yang berpotensi terjadi hujan lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage