Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Kapal-kapal nelayan di Pantai Depok dinaikkan ke tempat lebih tinggi untuk mengantisipasi terjangan gelombang tinggi di laut selatan, beberapa waktu lalu./Dok Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah perahu nelayan dan lapak pedagang di Pantai Depok diterjang gelombang pasang pada Senin (23/3/2026). Perahu dikabarkan rusak dan dagangan porak poranda dalam kejadian itu.
Henri, nelayan setempat mengatakan, gelombang pasang itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sedikitnya dua sampai tiga perahu nelayan rusak akibat kejadian itu. "Gelombangnya itu ya standar aja, cuman pas air pasang jadi kelihatan besar," katanya.
Hendri menyebutkan, gelombang pasang itu menghantam area sandaran perahu yang juga dipakai warga untuk berjualan. "Warungnya enggak terdampak. Namun perahu ada yang patah penyeimbangnya," katanya.
Alat tangkap nelayan pun tidak ada yang terdampak dalam kejadian itu. Sebab mereka sudah hafal sehingga tidak meninggalkan alat tangkapnya di perahu.
"Hanya dua sampai tiga perahu yang patah penyeimbangnya. Lokasinya di Timur Pantai Depok," ungkapnya.
Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Pantai Depok, Sutarlan, membenarkan adanya kejadian gelombang pasang namun datangnya tidak tiba-tiba dan fenomena alam itu merupakan hal yang biasa. "Ya namanya pantai pasti ada gelombang pasangnya dan hari ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat pasang laut berlangsung," ungkapnya.
Menurutnya gelombang pasang juga menerjang lapak dagangan yang berada di pinggir pantai namun demikian pedagang sebenarnya sudah tahu akan adanya gelombang pasang itu.
"Ya pedagang ini nekat saja bangun lapak-lapak di pinggir pantai agar lebih laku dagangannya namun risikonya ya diterjang gelombang pasang, " ujarnya.
Pihaknya sudah mengimbau agar pedagang tidak membangun lapak di pinggir pantai karena lokasi tersebut tempat parkir kapal nelayan yang jumlahnya ratusan. Sayangnya, imbauan itu tak digubris para pedagang dan akhirnya mereka sendiri yang rugi akibat dagangannya diterjang gelombang pasang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.